Jurnalindustry.com – Jakarta – Holding BUMN Pertambangan MIND ID bersama PT Timah Tbk (TINS) mendapat dukungan penuh dari Komisi VI DPR RI dalam memperkuat tata kelola pertambangan timah. Fokus utama langkah strategis ini adalah pengendalian tambang ilegal sekaligus percepatan hilirisasi timah untuk meningkatkan nilai tambah bagi ekonomi nasional.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, menegaskan dukungan DPR terhadap pembentukan Satgas Timah yang diharapkan mampu memberantas praktik tambang ilegal.
“Ini era baru. Presiden sudah menegaskan tidak akan mundur menghadapi mafia, termasuk mafia timah. Kami berharap implementasi langkah ini konsisten agar tidak terulang kebocoran besar,” ujarnya dalam RDP bersama Komisi VI DPR RI, Senin (22/9).
Selain itu, DPR juga mengapresiasi langkah PT Timah dalam mengakomodasi penambang tradisional melalui pembentukan koperasi dan kemitraan. Skema ini membuka jalan legal bagi masyarakat agar tidak lagi bergantung pada pasar gelap.
Anggota Komisi VI DPR RI, Budi S. Kanang, menekankan pentingnya pemisahan yang jelas antara penambang tradisional dan penambang ilegal.
“Yang perlu diakomodasi sempurna adalah para penambang tradisional. Jangan sampai hasil tambang mereka masuk ke pasar gelap, tetapi diarahkan ke pasar resmi,” tegasnya.
Direktur Utama PT Timah Tbk menambahkan bahwa perbaikan tata kelola menjadi prioritas. Melalui Satgas Internal, perusahaan melakukan penyekatan wilayah IUP, menertibkan tambang ilegal, serta mengorganisir penambang tradisional ke dalam koperasi.
“Kami bersaing langsung dengan tambang ilegal. Dengan Satgas Internal, kami pastikan seluruh timah dari wilayah IUP PT Timah masuk ke jalur legal,” ujarnya.
Seiring pengendalian tambang ilegal, PT Timah juga memperkuat hilirisasi dengan mengembangkan produk bernilai tambah seperti tin solder dan tin chemical melalui PT Timah Industri di Cilegon. Perusahaan turut mendorong pengolahan bijih timah medium grade menjadi logam siap ekspor kadar 99,9% SN, sehingga mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah.
“Mapping yang jelas antara produksi tambang dan kebutuhan hilir sangat penting. Hilirisasi harus terus ditingkatkan agar industri turunannya berkembang,” tambah Budi Kanang.
Dengan dukungan politik DPR dan penguatan tata kelola, MIND ID serta PT Timah diharapkan mampu menjadikan Bangka Belitung sebagai contoh pertambangan timah yang tertib, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi.






























