Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) kembali menggelar Penghargaan Rintisan Teknologi Industri (RINTEK) 2025 sebagai upaya memperkuat ekosistem inovasi dan mendorong kemandirian industri nasional di era transformasi digital dan industri 4.0.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa penguatan ekosistem inovasi merupakan fondasi penting agar industri Indonesia semakin produktif dan mampu bersaing secara global.
“Tahun ini terdapat tambahan 15 judul inovasi dari 15 perusahaan industri. Hal ini menunjukkan semangat kreativitas yang tumbuh subur di kalangan pelaku industri,” ujarnya saat membuka Indonesia 4.0 Conference & Expo di Jakarta International Convention Center (JICC).
Sejak pertama kali digelar pada 2006, sebanyak 89 perusahaan dengan 136 teknologi inovasi telah menerima penghargaan RINTEK.
Kepala BSKJI Kemenperin, Andi Rizaldi menambahkan bahwa penghargaan ini menjadi bukti nyata kemampuan industri nasional dalam menghasilkan inovasi untuk mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.
“Tahun 2025, antusiasme dunia industri meningkat dengan 34 perusahaan dan 61 judul rintisan teknologi yang mendaftar. Dari hasil seleksi ketat, terpilih 15 perusahaan dengan inovasi terbaik yang siap memperkuat daya saing Indonesia,” katanya.
Kemenperin berharap, keberhasilan para pemenang tidak hanya menjadi pengakuan, tetapi juga pemicu bagi perusahaan lain untuk terus berinovasi. Dengan RINTEK, pemerintah berkomitmen menciptakan industri nasional yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing global.
Daftar Pemenang RINTEK 2025
- Kategori Hasil Evaluasi Rintisan Teknologi: PT Zeus Kimiatama Indonesia, PT Dexa Medica, PT Pupuk Kujang.
- Kategori Inovasi Rintisan: PT Pupuk Sriwidjaja Palembang, PT Hariff Dipa Persada, PT Utomodeck Metal Works.
- Kategori Produk Industri Manufaktur: PT Martina Berto Tbk, PT Century Batteries Indonesia, PT Pura Barutama.
- Kategori Teknologi Proses Industri Manufaktur: PT Petrokimia Gresik, PT Kayaba Indonesia, PT Semen Gresik.
- Kategori Teknologi Jasa Industri: PT Petrosea Tbk, PT Telekomunikasi Selular, PT Mygrowtek Jaya Imajin.































