Jurnalindustry.com – Medan — Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi tak hanya fokus menguatkan ekonomi desa melalui pendanaan koperasi, tetapi juga menyiapkan generasi muda tangguh sebagai fondasi masa depan ekonomi nasional.
Komitmen tersebut terlihat dalam kunjungan kerja Wakil Menteri Koperasi RI Farida Farichah ke Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Mangga Dua, Sumatera Utara, yang didampingi Direktur Umum dan Hukum LPDB Koperasi Deva Rachman.
Farida menegaskan, koperasi desa memiliki peran strategis dalam mendorong ekonomi lokal, khususnya sektor pertanian. Pendanaan LPDB diharapkan menjadi penggerak usaha produktif yang berdampak langsung bagi kesejahteraan warga.
“Setiap koperasi yang ingin mengakses pendanaan LPDB harus terdaftar dalam Sistem Informasi Kopdes Merah Putih (Simkopdes),” kata Farida.
Pemerintah sendiri menargetkan 27 ribu Kopdes Merah Putih mulai beroperasi pada April 2026, sebelum diperluas hingga 80 ribu koperasi di akhir tahun. Saat ini, pembangunan koperasi dilengkapi tujuh gerai wajib, mulai dari kantor koperasi, gerai sembako, unit simpan pinjam, hingga cold storage dan sarana logistik.
Tak hanya berhenti di desa, LPDB Koperasi juga mendorong penguatan generasi muda. Deva Rachman mengunjungi Pondok Pesantren Ar-Raudlatul Hasannah, Medan, untuk berbagi motivasi kepada para santriwati.
Deva menekankan pentingnya resiliensi dan semangat koperasi di tengah tantangan global. “Kesuksesan bukan hanya soal individu, tetapi tentang tumbuh bersama melalui kolaborasi dan gotong royong,” ujarnya.
Melalui sinergi pendanaan koperasi dan penguatan sumber daya manusia, LPDB Koperasi optimistis mampu membangun ekosistem ekonomi desa yang inklusif, berkelanjutan, dan relevan dengan tantangan masa depan.






























