Jurnalindustry.com – Bandar Lampung – Kenaikan harga bahan baku kemasan akibat dinamika global mulai dirasakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Namun, di tengah tekanan tersebut, hadir solusi yang dinilai efektif menjaga daya saing pelaku usaha, yakni Unit Kemasan Bersama (UKB).
Kememterian UMKM mengapresiasi peran UKB Kota Bandar Lampung yang dinilai mampu membantu pelaku UMKM bertahan sekaligus meningkatkan kualitas produk di tengah lonjakan biaya produksi.
Staf Ahli Menteri UMKM Bidang Hukum dan Kebijakan Publik, Reghi Perdana mengatakan, keberadaan UKB semakin penting dalam kondisi ekonomi global saat ini.
“UKB menjadi solusi nyata bagi pengusaha UMKM di tengah kenaikan harga kemasan. Kehadirannya tidak hanya membantu UMKM bertahan, tetapi juga mendorong peningkatan daya saing produk di pasar,” kata Reghi.
UKB merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian UMKM dan Pemerintah Kota Bandar Lampung. Program ini bertujuan menyediakan akses kemasan berkualitas dengan harga lebih terjangkau bagi pelaku usaha.
Sejak 2023, pemerintah pusat telah mempekuat fasilitas UKB melalui hibah berbagai peralatan modern, mulai dari mesin pengemasan, alat pencetakan dan pelabelan, hingga mesin produksi kemasan seperti die cut dan laminasi.
Tak hanya itu, UKB juga dilengkapi dengan perangkat pendukung seperti timbangan digital dan komputer desain grafis.
“Melalui dukungan ini, pengusaha UMKM tidak hanya memperoleh kemasan yang fungsional, tetai juga memiliki tampilan menarik dan berdaya saing tinggi dengan biaya yang lebih terjangkau,” ujarnya.
Keunggulan lain dari UKB adalah fleksibilitas layanan. Pelaku UMKM dapat memesan kemasan mulai dari jumlah kecil, bahkan sejak 50 unit, sehingga sangat membantu usaha yang baru berkembang.
Manajer UKB Kota Bandar Lampung, Ferdinan mengatakan kehadiran tenaga desianer grafis juga memberikan nilai tambah signifikan bagi pelaku usaha.
“Desain kemasan bukan hanya sebagai pelindung produk, tetapi juga media untuk menyampaikan identitas dan nilai produk secara visual,” ujar Ferdinan.
Dengan dukungan subsidi dari pemerintah daerah, pelaku UMKM tetap bisa mendapatkan kemasan berkualitas tanpa harus terbebani biaya tinggi.
Hingga saat ini, UKB Kota Bandar Lampung telah melayani sedikitnya 187 pelaku UMKM. Permintaan layanan bahkan meningkat tajam menjelang hari besar keagamaan seperti Idul Fitri, ketika kebutuhan kemasan produk melonjak.
Pemerintah Kota Bandar Lampung juga berperan aktif dalam menjaga keberlanjutan program ini melalui penyediaan gedung operasional serta tenaga profesional.
Inisiatif UKB dinilai menjadi contoh nyata keberhasilan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menghadirkan solusi konkret bagi pelaku UMKM.
Di tengah tekanan global, program ini tidak hanya menjaga ketahanan usaha kecil, tetapi juga mendorong transformasi UMKM agar lebih kompetitif dan berkelanjutan di pasar.






























