• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pasang Iklan
  • Hubungi Kami
  • Login
  • Register
Jurnal Industry
Leaderboard
  • Industri
    • All
    • Agro
    • Alas Kaki
    • Baja
    • IKM
    • Infrastruktur
    • Jasa
    • Kaca
    • Kawasan Industri
    • Keramik
    • Kertas
    • Logistik
    • Mamin
    • Maritim
    • Otomotif
    • Perkakas
    • Petrokimia
    • Regulasi
    • Ritel
    • Semen
    • Tekstil
    • UMKM
    IFEX 2026 Digelar Maret, 5.000 Produk Furnitur Indonesia Siap Serbu Pasar Global

    IFEX 2026 Digelar Maret, 5.000 Produk Furnitur Indonesia Siap Serbu Pasar Global

    Kolaborasi Kemenperin – Tiongkok Sukses Cetak SDM Kompeten Industri Berdaya Saing Global

    Kolaborasi Kemenperin – Tiongkok Sukses Cetak SDM Kompeten Industri Berdaya Saing Global

    Waspada Cuaca Ekstrem, Kemendag Percepat Distribusi Bapok Jelang Ramadan dan Idulfitri 2026

    Waspada Cuaca Ekstrem, Kemendag Percepat Distribusi Bapok Jelang Ramadan dan Idulfitri 2026

    Indonesia Tancap Gas Bangun Industri Semikonduktor Nasional, Ini Strategi Menperin

    Indonesia Tancap Gas Bangun Industri Semikonduktor Nasional, Ini Strategi Menperin

    Produksi Baja RI Melejit Hampir 100%! Kemenperin Resmikan Proyek Baja Canggih Pertama di Asia Tenggara

    Produksi Baja RI Melejit Hampir 100%! Kemenperin Resmikan Proyek Baja Canggih Pertama di Asia Tenggara

    Resmi! Sentra Industri Fesyen di Bintan Jadi Senjata Baru Kemenperin Tembus Pasar Ekspor

    Resmi! Sentra Industri Fesyen di Bintan Jadi Senjata Baru Kemenperin Tembus Pasar Ekspor

    Menperin Bongkar Peran Vital Kawasan Industri: Sumbang Rp6.700 Triliun Investasi & Serap 2,35 Juta Tenaga Kerja

    Menperin Bongkar Peran Vital Kawasan Industri: Sumbang Rp6.700 Triliun Investasi & Serap 2,35 Juta Tenaga Kerja

    Terungkap! Ini Program Kemenperin yang Diam-diam Cetak SDM Industri Super Kompeten

    Difasilitasi Kemenperin, 232 IKM di Kalimantan Selatan Kantongi Sertifikat Halal

    Gelar Forum Bisnis, Investor Korea Selatan Borong Peluang di Indonesia

    Gelar Forum Bisnis, Investor Korea Selatan Borong Peluang di Indonesia

    • Agro
    • Alas Kaki
    • Baja
    • Digital
    • Jasa
    • Kaca
    • Kawasan Industri
    • Keramik
    • Kertas
    • Logistik
    • Mamin
    • Otomotif
    • Perkakas
    • Petrokimia
    • Regulasi
    • Ritel
    • Semen
    • Tekstil
  • Nasional
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
  • Pariwisata
    • Hotel
    • Destinasi
    • Kebijakan
    • Kuliner
  • Properti
    • Landed House
    • MICE
    • Apartemen
  • Keuangan
    • Perbankan
    • Investasi
    • Asuransi
    • Pembiayaan
  • Olahraga
    • Arena
    • Sepakbola
  • Lifestyle
    • Hiburan
    • Tren
    • Selebriti
  • Teknologi
    • Digital
    • Payment
  • Energi
    • Energi Terbarukan
    • Listrik
    • Migas
  • Berita Foto
No Result
View All Result
Jurnal Industry
  • Industri
    • All
    • Agro
    • Alas Kaki
    • Baja
    • IKM
    • Infrastruktur
    • Jasa
    • Kaca
    • Kawasan Industri
    • Keramik
    • Kertas
    • Logistik
    • Mamin
    • Maritim
    • Otomotif
    • Perkakas
    • Petrokimia
    • Regulasi
    • Ritel
    • Semen
    • Tekstil
    • UMKM
    IFEX 2026 Digelar Maret, 5.000 Produk Furnitur Indonesia Siap Serbu Pasar Global

    IFEX 2026 Digelar Maret, 5.000 Produk Furnitur Indonesia Siap Serbu Pasar Global

    Kolaborasi Kemenperin – Tiongkok Sukses Cetak SDM Kompeten Industri Berdaya Saing Global

    Kolaborasi Kemenperin – Tiongkok Sukses Cetak SDM Kompeten Industri Berdaya Saing Global

    Waspada Cuaca Ekstrem, Kemendag Percepat Distribusi Bapok Jelang Ramadan dan Idulfitri 2026

    Waspada Cuaca Ekstrem, Kemendag Percepat Distribusi Bapok Jelang Ramadan dan Idulfitri 2026

    Indonesia Tancap Gas Bangun Industri Semikonduktor Nasional, Ini Strategi Menperin

    Indonesia Tancap Gas Bangun Industri Semikonduktor Nasional, Ini Strategi Menperin

    Produksi Baja RI Melejit Hampir 100%! Kemenperin Resmikan Proyek Baja Canggih Pertama di Asia Tenggara

    Produksi Baja RI Melejit Hampir 100%! Kemenperin Resmikan Proyek Baja Canggih Pertama di Asia Tenggara

    Resmi! Sentra Industri Fesyen di Bintan Jadi Senjata Baru Kemenperin Tembus Pasar Ekspor

    Resmi! Sentra Industri Fesyen di Bintan Jadi Senjata Baru Kemenperin Tembus Pasar Ekspor

    Menperin Bongkar Peran Vital Kawasan Industri: Sumbang Rp6.700 Triliun Investasi & Serap 2,35 Juta Tenaga Kerja

    Menperin Bongkar Peran Vital Kawasan Industri: Sumbang Rp6.700 Triliun Investasi & Serap 2,35 Juta Tenaga Kerja

    Terungkap! Ini Program Kemenperin yang Diam-diam Cetak SDM Industri Super Kompeten

    Difasilitasi Kemenperin, 232 IKM di Kalimantan Selatan Kantongi Sertifikat Halal

    Gelar Forum Bisnis, Investor Korea Selatan Borong Peluang di Indonesia

    Gelar Forum Bisnis, Investor Korea Selatan Borong Peluang di Indonesia

    • Agro
    • Alas Kaki
    • Baja
    • Digital
    • Jasa
    • Kaca
    • Kawasan Industri
    • Keramik
    • Kertas
    • Logistik
    • Mamin
    • Otomotif
    • Perkakas
    • Petrokimia
    • Regulasi
    • Ritel
    • Semen
    • Tekstil
  • Nasional
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
  • Pariwisata
    • Hotel
    • Destinasi
    • Kebijakan
    • Kuliner
  • Properti
    • Landed House
    • MICE
    • Apartemen
  • Keuangan
    • Perbankan
    • Investasi
    • Asuransi
    • Pembiayaan
  • Olahraga
    • Arena
    • Sepakbola
  • Lifestyle
    • Hiburan
    • Tren
    • Selebriti
  • Teknologi
    • Digital
    • Payment
  • Energi
    • Energi Terbarukan
    • Listrik
    • Migas
  • Berita Foto
No Result
View All Result
Jurnal Industry
No Result
View All Result
Home Industri Petrokimia

Menperin Rayu SEG Investasi Petrokimia di Indonesia

Redaksi Jurnal Industry by Redaksi Jurnal Industry
June 15, 2024
in Petrokimia
0
2 Seg
FacebookXLinkedInWhatsApp

Beijing – Dalam agenda lawatannya ke Republik Rakyat Tiongkok (RRT) pada 12-13 Juni 2024, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita melakukan pertemuan bilateral dengan President SINOPEC Engineering Group (SEG) Zhang Xinming bersama jajaran direksinya.

Pertemuan ini dalam rangka meningkatkan kerja sama Indonesia dan Tiongkok, khususnya pada industri petrokimia.

“Kami yakin kerja sama ini akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan industri kedua negara. Kami berterima kasih kepada SEG karena telah menunjukkan ketertarikan dalam bekerjasama,” ujar Menperin, Kamis (13/6) waktu setempat.

Menperin mengakui, portfolio bisnis SEG sudah cukup mendunia, dengan bidang keunggulan antara lain rekayasa teknik, teknologi dan konstruksi. Pada tahun 2023 lalu, SEG menangani hingga 1.043 proyek di seluruh dunia yang didominasi oleh sektor industri petrokimia.

“Hal ini merupakan pencapaian yang impresif dan menunjukkan kapabilitas SEG sebagai pemain global dalam membangun industri petrokimia,” ujarnya.

Oleh karena itu, Menperin mengundang SEG untuk membangun industri petrokimia di Indonesia.

“Kami yakin, apabila bisa berinvestasi dan bekerja bersama dengan mitra di Indonesia, akan menjadi keuntungan juga bagi SEG,” imbuhnya.

Apalagi, dengan pengalaman lebih dari 30 tahun pada proyek di berbagai belahan dunia, SEG sudah berpengalaman untuk membangun industri petrokimia yang sukses.

“Kapasitas produksi industri petrokimia Indonesia saat ini lebih dari 14 juta ton per tahun. Namun, masih belum mampu memenuhi kebutuhan Indonesia. Dengan adanya gap antara pasokan dan permintaan produk-produk petrokimia tersebut, itu dapat menjadi peluang investasi bagi SEG untuk membangun industri petrokimia baru di Indonesia,” papar Menperin.

Pada bulan Juni 2023, Sinopec meresmikan fasilitas produksi hidrogen ramah lingkungan pertama di Kucha, Xinjiang. Pembangkit tersebut terdiri dari pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 300MW, transit listrik, elektrolisis hidrogen berkapasitas 20.000 ton per tahun.

Di saat yang sama, disampaikan juga bahwa Indonesia juga memiliki fokus pengembangan industri Hydrogen di Indonesia.

Hydrogen diharapkan menjadi salah satu kontributor utama transisi energi Indonesia, sekaligus menjadi salah satu strategi utama pemerintah dalam melaksanakan peta jalan menuju Net Zero Emission pada tahun 2060.

Guna meyakinkan SEG untuk menanamkan modalnya di Indonesia, Kementerian Perindustrian dapat memfasilitasi insentif fiskal dan nonfiskal untuk memastikan investasi SEG aman dan menguntungkan.

“Insentif tersebut antara lain pelonggaran peraturan impor tertentu bagi peralatan operasional, pengurangan pajak, dan kemudahan perizinan. Kami juga mendukung jika ada hal-hal yang diperlukan SEG untuk mengambil keputusan berinvestasi di Indonesia,” tutur Menperin.

FacebookXLinkedInWhatsApp
Tags: Agus Gumiwang KartasasmitaIndustri PetrokimiaKimiaMenperin AgusPetrokimiaSEGSINOPEC Engineering Group
Previous Post

Dibanderol Rp239 Juta, Chery Tiggo 5X Miliki Fitur Melimpah

Next Post

IKM Dukung Percepatan Diversifikasi Pangan Berbasis Agrikultur Kementerian Perindustrian terus memacu peningkatan produksi pangan dalam negeri guna menjaga dan memperkuat ketahanan pangan nasional. Pengembangan industri pangan dilakukan melalui hilirisasi produk pertanian sehingga tercipta diversifikasi produk pangan yang memanfaatkan sumber daya atau bahan baku lokal dengan meningkatkan nilai tambahnya. “Pengembangan industri pangan masih memiliki prospek yang besar, sehingga diharapkan ke depannya hilirisasi produk pertanian dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Reni Yanita dalam keterangannya, Jumat (14/6). Menurut Dirjen IKMA, komoditas agribisnis dan bahan pangan lokal alternatif merupakan tulang punggung ketahanan pangan Indonesia. Sebab, masyarakat tak hanya membutuhkan bahan pangan yang segar, tetapi juga olahan pangan lanjutan. Contohnya, pelaku industri dapat memanfaatkaan bahan baku pengganti beras sebagai sumber karbohidrat, seperti dari singkong, sagu, porang, sorgum, dan lain sebagainya. “Percepatan hilirisasi komoditas bahan pangan saat ini sangat diperlukan karena besarnya potensi untuk pengembangan produk olahan lanjutan yang dihasilkan dari bahan baku lokal, baik produk antara (intermediate product) maupun produk jadi (end product) yang siap dikonsumsi,” papar Reni. Direktur IKM Pangan, Furnitur, dan Bahan Bangunan Yedi Sabaryadi mengungkapkan, produk pangan inovatif juga memiliki segmen pasar di sektor ritel. Pada Mei 2024, Ditjen IKMA melaksanakan kegiatan Business Matching yang mempertemukan 47 IKM pangan terpilih dengan 24 perusahaan ritel yang menghasilkan potensi transaksi mencapai Rp33 miliar. “Sebanyak 26 IKM peserta Business Matching merupakan alumni program Indonesia Food Innovation (IFI), dan ada satu IKM dengan produk madu mencatatkan potensi transaksi tertinggi senilai Rp1,02 miliar,” ungkap Yedi. Menurutnya, percepatan hilirisasi produk agrikultur perlu membutuhkan campur tangan atau kolaborasi berbagai pihak, seperti startup, lembaga penelitian dan pengembangan, perguruan tinggi, serta IKM teknologi tepat guna, yang dapat menjadi mitra. Sedangkan di rantai produksi industri pangan, para pelaku harus memperhatikan bahan baku pembuatan produk, produksi, hingga tahap distribusi ke tangan konsumen. Dalam upaya mengakselerasi bisnis IKM pangan yang memiliki inovasi dalam produk dan/atau prosesnya, serta yang memiliki bahan baku utama sumber daya lokal, Ditjen IKMA rutin menyelenggarakan Program Indonesia Food Innovation (IFI). Tujuannya, agar IKM pangan siap menjadi industri pangan yang mudah dipasarkan, menguntungkan, dan berkelanjutan (marketable, profitable, dan sustainable). Pendaftaran IFI tahun ini telah dibuka sejak tanggal 6 Juni 2024 melalui laman www.ifi.kemenperin.go.id. “Masing-masing komoditas agribisnis tentu memiliki karakteristik yang sangat spesifik, sehingga pengolahannya diperlukan proses yang berbeda bahkan diperlukan inovasi untuk menghasilkan produk yang optimal dan memenuhi kebutuhan pasar. Untuk mendukung hal tersebut, Kemenperin melalui Ditjen IKMA menyelenggarakan Program IFI,” ucap Yedi. Lebih lanjut, pendaftar IFI terus meningkat setiap tahunnya. Selama empat kali dilaksanakan, jumlah pendaftar mencapai 7.925, dan pada tahun 2023 sebanyak 2.153 pendaftar yang ikut dalam seleksi program IFI. Terdapat 20 peserta yang terpilih mendapatkan pembinaan dalam tahapan food business scale-up melalui coaching, mentoring dan fasilitasi pembinaan terkait manajemen, aspek hukum, dan jejaring. “Dari fasilitasi yang diberikan Ditjen IKMA, terbukti banyak pelaku IKM pangan peserta IFI yang berhasil menaikkan omzet, dengan memperluas potensi pasar, baik nasional maupun ekspor,” imbuhnya. Sebagai contoh, IKM produk olahan susu yang menciptakan keju spesial dengan sentuhan unik pada cita rasa lokal, Rossalie Cheese di Bali. Dengan bersertifikat HACCP, Rossalie Cheese mampu mengembangkan pasar, menjadi pengganti keju impor ke jaringan premium hotel, premium retail market (Kem Chicks, Pepito, Papaya) dan juga restoran premium di Bali dan kota besar di Indonesia. IKM lain yang berhasil memperluas ekspor setelah mengimplementasikan HACCP adalah CV Nusantara Jaya Food (NJF) di Malang, Jawa Timur. CV NJF mengalami peningkatan kapasitas produksi dan perluasan pasar hingga ke Curacao, Hongkong, Korea, dan Australia. Adapun total kapasitas produksi untuk produk sayur dan buah beku CV NFJ yang dipasok untuk perusahaan mining dan Asosiasi Catering Indonesia mencapai 300 ton per bulan.

Redaksi Jurnal Industry

Redaksi Jurnal Industry

Related Posts

Petrokimia
Petrokimia

Kemenperin: Penguatan Petrokimia Jadi Fondasi Hilirisasi Nasional, Defisit Pasokan Masih Menganga

November 18, 2025
Pembangunan Pabrik CA-EDC Chandra Asri di Cilegon Capai 33 Persen
Petrokimia

Pembangunan Pabrik CA-EDC Chandra Asri di Cilegon Capai 33 Persen

September 9, 2025
Img 20240913 085326 (645 X 360 Piksel)
Petrokimia

Sempat Mangkrak, Rosan Pastikan Proyek Petrokimia Lotte Chemical Senilai Rp59 Triliun Siap Beroperasi

September 13, 2024
C1
Petrokimia

Gara-gara Dumping, Industri Plastik Nasional Babak Belur

August 21, 2024
130830 Petrokimia 1
Petrokimia

Inaplas: Permendag 36/2023 & Penerapan BMAD-BMTP Jadi Harapan Jaga Industri Petrokimia

August 5, 2024
Petrokimia
Petrokimia

Inaplas: Serbuan Bahan Baku dan Barang Jadi Impor Bikin Industri Petrokimia Nasional Menderita

July 19, 2024
Next Post
1

IKM Dukung Percepatan Diversifikasi Pangan Berbasis Agrikultur Kementerian Perindustrian terus memacu peningkatan produksi pangan dalam negeri guna menjaga dan memperkuat ketahanan pangan nasional. Pengembangan industri pangan dilakukan melalui hilirisasi produk pertanian sehingga tercipta diversifikasi produk pangan yang memanfaatkan sumber daya atau bahan baku lokal dengan meningkatkan nilai tambahnya. “Pengembangan industri pangan masih memiliki prospek yang besar, sehingga diharapkan ke depannya hilirisasi produk pertanian dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Reni Yanita dalam keterangannya, Jumat (14/6). Menurut Dirjen IKMA, komoditas agribisnis dan bahan pangan lokal alternatif merupakan tulang punggung ketahanan pangan Indonesia. Sebab, masyarakat tak hanya membutuhkan bahan pangan yang segar, tetapi juga olahan pangan lanjutan. Contohnya, pelaku industri dapat memanfaatkaan bahan baku pengganti beras sebagai sumber karbohidrat, seperti dari singkong, sagu, porang, sorgum, dan lain sebagainya. “Percepatan hilirisasi komoditas bahan pangan saat ini sangat diperlukan karena besarnya potensi untuk pengembangan produk olahan lanjutan yang dihasilkan dari bahan baku lokal, baik produk antara (intermediate product) maupun produk jadi (end product) yang siap dikonsumsi,” papar Reni. Direktur IKM Pangan, Furnitur, dan Bahan Bangunan Yedi Sabaryadi mengungkapkan, produk pangan inovatif juga memiliki segmen pasar di sektor ritel. Pada Mei 2024, Ditjen IKMA melaksanakan kegiatan Business Matching yang mempertemukan 47 IKM pangan terpilih dengan 24 perusahaan ritel yang menghasilkan potensi transaksi mencapai Rp33 miliar. “Sebanyak 26 IKM peserta Business Matching merupakan alumni program Indonesia Food Innovation (IFI), dan ada satu IKM dengan produk madu mencatatkan potensi transaksi tertinggi senilai Rp1,02 miliar,” ungkap Yedi. Menurutnya, percepatan hilirisasi produk agrikultur perlu membutuhkan campur tangan atau kolaborasi berbagai pihak, seperti startup, lembaga penelitian dan pengembangan, perguruan tinggi, serta IKM teknologi tepat guna, yang dapat menjadi mitra. Sedangkan di rantai produksi industri pangan, para pelaku harus memperhatikan bahan baku pembuatan produk, produksi, hingga tahap distribusi ke tangan konsumen. Dalam upaya mengakselerasi bisnis IKM pangan yang memiliki inovasi dalam produk dan/atau prosesnya, serta yang memiliki bahan baku utama sumber daya lokal, Ditjen IKMA rutin menyelenggarakan Program Indonesia Food Innovation (IFI). Tujuannya, agar IKM pangan siap menjadi industri pangan yang mudah dipasarkan, menguntungkan, dan berkelanjutan (marketable, profitable, dan sustainable). Pendaftaran IFI tahun ini telah dibuka sejak tanggal 6 Juni 2024 melalui laman www.ifi.kemenperin.go.id. “Masing-masing komoditas agribisnis tentu memiliki karakteristik yang sangat spesifik, sehingga pengolahannya diperlukan proses yang berbeda bahkan diperlukan inovasi untuk menghasilkan produk yang optimal dan memenuhi kebutuhan pasar. Untuk mendukung hal tersebut, Kemenperin melalui Ditjen IKMA menyelenggarakan Program IFI,” ucap Yedi. Lebih lanjut, pendaftar IFI terus meningkat setiap tahunnya. Selama empat kali dilaksanakan, jumlah pendaftar mencapai 7.925, dan pada tahun 2023 sebanyak 2.153 pendaftar yang ikut dalam seleksi program IFI. Terdapat 20 peserta yang terpilih mendapatkan pembinaan dalam tahapan food business scale-up melalui coaching, mentoring dan fasilitasi pembinaan terkait manajemen, aspek hukum, dan jejaring. “Dari fasilitasi yang diberikan Ditjen IKMA, terbukti banyak pelaku IKM pangan peserta IFI yang berhasil menaikkan omzet, dengan memperluas potensi pasar, baik nasional maupun ekspor,” imbuhnya. Sebagai contoh, IKM produk olahan susu yang menciptakan keju spesial dengan sentuhan unik pada cita rasa lokal, Rossalie Cheese di Bali. Dengan bersertifikat HACCP, Rossalie Cheese mampu mengembangkan pasar, menjadi pengganti keju impor ke jaringan premium hotel, premium retail market (Kem Chicks, Pepito, Papaya) dan juga restoran premium di Bali dan kota besar di Indonesia. IKM lain yang berhasil memperluas ekspor setelah mengimplementasikan HACCP adalah CV Nusantara Jaya Food (NJF) di Malang, Jawa Timur. CV NJF mengalami peningkatan kapasitas produksi dan perluasan pasar hingga ke Curacao, Hongkong, Korea, dan Australia. Adapun total kapasitas produksi untuk produk sayur dan buah beku CV NFJ yang dipasok untuk perusahaan mining dan Asosiasi Catering Indonesia mencapai 300 ton per bulan.

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Connect with
Notify of
Please login to comment
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
  • Trending
  • Comments
  • Latest
JPI: Boomerang Pernah Bikin Keok Slank dan Dewa19

JPI: Boomerang Pernah Bikin Keok Slank dan Dewa19

February 13, 2023
Luar Biasa! PT SMI Sukses Luncurkan Mesin Uang Generasi Kedua

Luar Biasa! PT SMI Sukses Luncurkan Mesin Uang Generasi Kedua

January 7, 2022
Kalla Group Bakal Bangun Apartemen dan Taman Wisata Senilai Ratusan Miliar di Patimban

Kalla Group Bakal Bangun Apartemen dan Taman Wisata Senilai Ratusan Miliar di Patimban

March 26, 2024
SPS Bangun Pabrik Granit di Subang, Kapasitas Capai 14 Juta m2 per Tahun

SPS Bangun Pabrik Granit di Subang, Kapasitas Capai 14 Juta m2 per Tahun

July 25, 2023
15 20170217 10190176

Impor Bahan Baku Plastik Tidak Memerlukan Pertimbangan Teknis dari Kemenperin

1
Whatsapp Image 2024 08 16 At 11.28.23

Berikan Diskon Khusus Hanya di IFRA EXPO 2024, Apotek K-24 Siap Buka 110 Gerai Baru

1
Bp Pol Okto F 71

Wamendag Blak-blakan Ungkap Dalang Ekspor UMKM Tanah Air Masih Rendah

1
Apotek K-24 Tambah 33 Gerai Baru Bagian dari Ekspansi Usaha

Apotek K-24 Tambah 33 Gerai Baru Bagian dari Ekspansi Usaha

1
Tak Cuma Danai Kopdes, LPDB Koperasi Juga Siapkan Generasi Tangguh dari Pesantren

Tak Cuma Danai Kopdes, LPDB Koperasi Juga Siapkan Generasi Tangguh dari Pesantren

February 3, 2026
IFEX 2026 Digelar Maret, 5.000 Produk Furnitur Indonesia Siap Serbu Pasar Global

IFEX 2026 Digelar Maret, 5.000 Produk Furnitur Indonesia Siap Serbu Pasar Global

February 2, 2026
Kolaborasi Kemenperin – Tiongkok Sukses Cetak SDM Kompeten Industri Berdaya Saing Global

Kolaborasi Kemenperin – Tiongkok Sukses Cetak SDM Kompeten Industri Berdaya Saing Global

February 2, 2026
Waspada Cuaca Ekstrem, Kemendag Percepat Distribusi Bapok Jelang Ramadan dan Idulfitri 2026

Waspada Cuaca Ekstrem, Kemendag Percepat Distribusi Bapok Jelang Ramadan dan Idulfitri 2026

January 30, 2026

Berita Terbaru

Tak Cuma Danai Kopdes, LPDB Koperasi Juga Siapkan Generasi Tangguh dari Pesantren

Tak Cuma Danai Kopdes, LPDB Koperasi Juga Siapkan Generasi Tangguh dari Pesantren

February 3, 2026
IFEX 2026 Digelar Maret, 5.000 Produk Furnitur Indonesia Siap Serbu Pasar Global

IFEX 2026 Digelar Maret, 5.000 Produk Furnitur Indonesia Siap Serbu Pasar Global

February 2, 2026
Kolaborasi Kemenperin – Tiongkok Sukses Cetak SDM Kompeten Industri Berdaya Saing Global

Kolaborasi Kemenperin – Tiongkok Sukses Cetak SDM Kompeten Industri Berdaya Saing Global

February 2, 2026
Waspada Cuaca Ekstrem, Kemendag Percepat Distribusi Bapok Jelang Ramadan dan Idulfitri 2026

Waspada Cuaca Ekstrem, Kemendag Percepat Distribusi Bapok Jelang Ramadan dan Idulfitri 2026

January 30, 2026
Jurnal Industry

Jurnal Industry adalah portal berita industry di Indonesia yang menghadirkan berita-berita terbaru tentang perkembangan sektor industri dan sektor pendukung lainnya.

Follow Us

Trending

JPI: Boomerang Pernah Bikin Keok Slank dan Dewa19

JPI: Boomerang Pernah Bikin Keok Slank dan Dewa19

by ari
February 13, 2023
0

Luar Biasa! PT SMI Sukses Luncurkan Mesin Uang Generasi Kedua

Luar Biasa! PT SMI Sukses Luncurkan Mesin Uang Generasi Kedua

by Redaksi Jurnal Industry
January 7, 2022
0

Demo Side Banner
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Copyright © 2021 Jurnal Industry. All rights reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Industri
    • Agro
    • Alas Kaki
    • Baja
    • Digital
    • Jasa
    • Kaca
    • Kawasan Industri
    • Keramik
    • Kertas
    • Logistik
    • Mamin
    • Otomotif
    • Perkakas
    • Petrokimia
    • Regulasi
    • Ritel
    • Semen
    • Tekstil
  • Nasional
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
  • Pariwisata
    • Hotel
    • Destinasi
    • Kebijakan
    • Kuliner
  • Properti
    • Landed House
    • MICE
    • Apartemen
  • Keuangan
    • Perbankan
    • Investasi
    • Asuransi
    • Pembiayaan
  • Olahraga
    • Arena
    • Sepakbola
  • Lifestyle
    • Hiburan
    • Tren
    • Selebriti
  • Teknologi
    • Digital
    • Payment
  • Energi
    • Energi Terbarukan
    • Listrik
    • Migas
  • Berita Foto
  • Login
  • Sign Up

Copyright © 2021 Jurnal Industry. All rights reserved

wpDiscuz
0
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
| Reply