https://jurnalindustry.com Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong industri sport and active wear serta kosmetik nasional memanfaatkan tren gaya hidup sehat yang terus berkembang di Indonesia. Melalui pameran Indonesia Sport and Active Wear (ISAW) dan Cosmetic Day 2026, pemerintah ingin memperkuat daya saing industri lokal sekaligus memperluas penetrasi ke pasar ekspor.
Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza mengatakan, kedua subsektor tersebut memiliki prospek yang sangat besar karena didukung perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin aktif, sehat, dan peduli terhadap penampilan.
“Industri sport and active wear maupun kosmetik sama-sama berkembang pesat seiring perubahan gaya hidup masyarakat. Keduanya memiliki basis konsumen yang kuat, terutama dari kelompok usia produktif,” ujar Faisol saat membuka ISAW dan Cosmetic Day 2026 di Jakarta.
Pameran yang berlangsung pada 3–6 Agustus 2026 di Plaza Industri Kementerian Perindustrian itu mengusung tema “Lokal, Aktif, Halal” dan diikuti oleh 52 pelaku industri pakaian olahraga, alas kaki, kosmetik, peralatan olahraga, serta makanan dan minuman sehat.
Berdasarkan laporan Euromonitor International, nilai pasar sportswear Indonesia mencapai sekitar Rp 38,5 triliun pada 2025 dan diproyeksikan meningkat menjadi Rp 58,6 triliun pada 2030 dengan pertumbuhan tahunan sekitar 9 persen.
Faisol menilai potensi pasar tersebut harus dimanfaatkan oleh industri nasional, khususnya pelaku industri kecil dan menengah (IKM), melalui peningkatan kualitas produk, inovasi, dan pemenuhan standar, termasuk sertifikasi halal.
Kinerja ekspor industri terkait juga menunjukkan tren positif. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor industri pakaian jadi meningkat menjadi USD 7,27 miliar pada 2025, sementara ekspor alat olahraga tumbuh 12 persen dan ekspor kosmetik naik 13,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kemenperin juga memperkuat ekosistem industri melalui penandatanganan kerja sama dengan PT Fast Retailing Indonesia (UNIQLO) serta sejumlah perguruan tinggi untuk pembinaan IKM, peningkatan kompetensi SDM, modernisasi teknologi, dan perluasan akses pasar.
Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan Budi Setiawan mengatakan penyelenggaraan ISAW dan Cosmetic Day 2026 menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem industri gaya hidup nasional yang lebih terintegrasi dan berdaya saing.
“Kolaborasi lintas subsektor ini diharapkan dapat memperkuat posisi produk lokal di pasar domestik maupun global,” kata Budi.




























