https://jurnalindustry.com Jakarta – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI), anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), membukukan laba periode berjalan sebesar Rp278 miliar pada semester I 2026. Capaian tersebut tumbuh 4,31% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kinerja positif tersebut ditopang pertumbuhan volume penjualan semen yang mencapai 6,10 juta ton, naik 6,9% secara tahunan. Pendapatan SBI juga meningkat 10,63% menjadi Rp5,5 triliun, sedangkan laba kotor naik 15,9% menjadi Rp1,20 triliun.
Direktur Utama SBI Rizki Kresno Edhie Hambali mengatakan pertumbuhan volume penjualan menunjukkan perseroan mampu memanfaatkan peluang pemulihan permintaan, terutama melalui penguatan penjualan ritel.
“Pertumbuhan volume penjualan menunjukkan bahwa Solusi Bangun Indonesia mampu mengonversi peluang pemulihan permintaan menjadi pertumbuhan bisnis melalui transformasi fundamental khususnya pada penjualan retail,” kata Rizki dalam keterangannya, Rabu.
Di tengah pemulihan permintaan semen nasional, SBI masih menghadapi sejumlah tantangan. Daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih, kontribusi sektor properti yang belum signifikan, serta kondisi kelebihan kapasitas industri semen membuat persaingan harga semakin ketat.
Selain itu, biaya energi dan logistik turut menjadi tekanan bagi industri. Meski demikian, SBI mencatat EBITDA Rp806 miliar pada semester I 2026.
Bidik Pasar Ekspor
Untuk memperkuat kinerja, SBI tidak hanya mengandalkan pasar domestik. Perseroan terus memperluas pasar ekspor sebagai bagian dari strategi jangka panjang.
Hingga Juni 2026, SBI telah mencatatkan ekspor semen tipe khusus ke Amerika Serikat sebanyak 97.500 metrik ton (MT) melalui kemitraan dengan Taiheiyo Cement Corporation.
SBI menargetkan volume ekspor semen tipe khusus ke AS mencapai 450 ribu MT hingga akhir 2026.
“Pengembangan pasar ekspor menjadi bagian penting dari strategi jangka panjang untuk memperluas basis pelanggan, mengurangi ketergantungan pada satu pasar, dan mengoptimalkan kapasitas produksi,” ujar Rizki.
Memasuki semester II 2026, SBI melihat peluang pertumbuhan dari berlanjutnya proyek pembangunan dan belanja pemerintah. Perseroan juga akan memperkuat pasar domestik, termasuk Jawa Barat, yang mencatat pertumbuhan permintaan semen sekitar 7,5% secara tahunan.



























