https://jurnalindustry.com Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp1,72 triliun untuk mendukung program prioritas pembangunan industri pada 2027.
Tambahan anggaran tersebut dibutuhkan untuk memperkuat produktivitas dan daya saing industri, mempercepat hilirisasi, mengembangkan industri kecil dan menengah (IKM), meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta mendorong transformasi industri nasional.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, sektor manufaktur masih menjadi salah satu motor utama perekonomian nasional sehingga momentum pertumbuhannya perlu dijaga.
“Industri manufaktur menunjukkan kinerja yang positif dan tetap menjadi salah satu motor utama perekonomian nasional. Karena itu, momentum ini harus terus kita jaga melalui kebijakan dan program yang mampu memperkuat struktur industri, meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, serta menciptakan nilai tambah yang semakin tinggi di dalam negeri,” kata Agus dalam Rapat Kerja bersama Komisi VII DPR RI di Jakarta.
Usulan tambahan anggaran tersebut muncul di tengah tren penurunan pagu Kemenperin dalam beberapa tahun terakhir.
Pagu Kemenperin tercatat Rp4,53 triliun pada 2023, kemudian turun menjadi Rp2,50 triliun pada 2026 sebelum kebijakan efisiensi. Untuk 2027, Kemenperin mendapatkan pagu sebesar Rp2,01 triliun, turun Rp488,16 miliar atau 19,51 persen dibandingkan pagu awal 2026.
Agus mengatakan kondisi tersebut membuat ruang fiskal untuk membiayai program prioritas semakin terbatas.
“Kondisi ini perlu menjadi perhatian bersama karena porsi belanja operasional dasar, khususnya belanja pegawai dan kebutuhan operasional pelaksanaan tugas dan fungsi, cenderung meningkat. Konsekuensinya, ruang anggaran untuk belanja nonoperasional menjadi semakin terbatas,” jelasnya.
Dari total pagu 2027, anggaran terbesar dialokasikan untuk Program Dukungan Manajemen sebesar Rp1,59 triliun. Sementara Program Nilai Tambah dan Daya Saing Industri mendapat Rp297,31 miliar dan Program Pendidikan dan Pelatihan Vokasi sebesar Rp119,08 miliar.
Kemenperin telah menyiapkan sejumlah program prioritas untuk mendukung pembangunan industri pada 2027.
Beberapa di antaranya pembangunan SDM industri dengan anggaran Rp106,94 miliar, penguatan IKM sebagai rantai pasok Rp59,96 miliar, hilirisasi industri berbasis sumber daya alam dan pengembangan industri prioritas Rp42,27 miliar, serta peningkatan produktivitas melalui inovasi dan teknologi Rp8,76 miliar.
Selain itu, Kemenperin mengalokasikan anggaran untuk program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) dan industri halal sebesar Rp10,07 miliar, akselerasi ekspor Rp7,29 miliar, industri hijau Rp5,95 miliar, serta aglomerasi industri melalui kawasan industri Rp1,55 miliar.
Dari usulan tambahan Rp1,72 triliun, antara lain Rp452,50 miliar akan digunakan untuk penumbuhan wirausaha industri baru dan Rp207,90 miliar untuk pendidikan dan pelatihan vokasi sektor industri prioritas.
Tambahan anggaran juga diarahkan untuk restrukturisasi mesin dan peralatan industri padat karya serta IKM sebesar Rp174,50 miliar dan dukungan program hilirisasi dan industrialisasi Rp127,47 miliar.
Industri Manufaktur Masih Tumbuh
Menperin Agus menegaskan kebutuhan anggaran tambahan tersebut tidak terlepas dari kinerja sektor manufaktur yang masih menunjukkan pertumbuhan positif.
Pada kuartal II 2026, industri pengolahan nonmigas tumbuh 5,32 persen secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29 persen.
Realisasi investasi industri pengolahan nonmigas pada periode yang sama mencapai Rp199,48 triliun. Sementara ekspor sektor tersebut sepanjang Januari-Juni 2026 mencapai US$115,50 miliar.
Dari sisi indikator industri, PMI Manufaktur Indonesia naik dari 46,9 pada Juni menjadi 50,2 pada Juli 2026 dan kembali masuk zona ekspansi. Adapun Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 berada di level 52,30.
“Program-program tersebut menjadi instrumen untuk memastikan agenda penguatan pasar domestik, peningkatan produktivitas, hilirisasi, transformasi industri, dan perluasan pasar sebagaimana diarahkan dalam RKP 2027 tetap dapat berjalan,” kata Agus.
Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi pada 2027 sebesar 5,8 persen, dengan pertumbuhan industri pengolahan sebesar 5,86 persen dan kontribusi industri pengolahan terhadap PDB mencapai 21,5 persen.































