https://jurnalindustry.com Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) membuka peluang pasar baru bagi industri kecil dan menengah (IKM) logam dengan mendorong kemitraan bersama Rumah Potong Hewan (RPH). Langkah ini ditujukan untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan RPH memiliki kebutuhan peralatan yang berkelanjutan, terutama alat sembelih dan peralatan pemrosesan pascasembelih. Kondisi ini dinilai menjadi peluang bagi IKM logam untuk memperluas pasar.
“Kementerian Perindustrian terus mengupayakan perluasan kemitraan strategis bagi sektor IKM agar mampu masuk ke dalam rantai pasok pengguna potensial di berbagai sektor,” ujar Agus dalam keterangannya, Senin (24/8/2026).
Potensi pasar tersebut cukup besar. Berdasarkan data BPS 2022, terdapat 1.644 RPH dan Tempat Pemotongan Hewan (TPH) yang tersebar di Indonesia. Kebutuhan peralatan juga berpotensi meningkat menjelang Iduladha.
Kemenperin pun memberikan pendampingan kepada IKM logam agar mampu menghasilkan produk sesuai kebutuhan RPH. Salah satunya melalui pengembangan pisau dan bilah sembelih yang mengacu pada SNI 9402-2025 Bilah Sembelih.
Plt Direktur IKM Logam, Mesin, Elektronika, dan Alat Angkut Kemenperin Budi Setiawan mengatakan kualitas alat sembelih berperan penting terhadap kesejahteraan hewan dan mutu daging.
“Pendampingan ini difokuskan agar pelaku IKM logam mampu memproduksi pisau dan bilah sembelih yang memenuhi standar teknis nasional,” kata Budi.
Program tersebut diharapkan tidak hanya menciptakan pasar baru, tetapi juga mendorong IKM logam naik kelas, membuka lapangan kerja, serta memperkuat penggunaan produk dalam negeri.
Dengan 1.644 RPH dan TPH sebagai pasar potensial, IKM logam kini punya peluang besar untuk mengisi kebutuhan peralatan pemotongan hewan dari dalam negeri.






























