https://jurnalindustry.com/ Jakarta – Pameran internasional Emergency Disaster Reduction & Rescue (EDRR) Indonesia 2026 resmi dibuka di Hall D JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 12-14 Agustus 2026. Tidak hanya menghadirkan puluhan perusahaan global di bidang mitigasi bencana dan penyelamatan, pameran ini juga menampilkan teknologi mutakhir seperti kecerdasan buatan (AI), drone logistik darurat, sistem peringatan dini, hingga solusi pemadam kebakaran cerdas.
Selama tiga hari penyelenggaraan, EDRR Indonesia 2026 menggelar rangkaian konferensi, seminar teknis, pelatihan, dan business matching yang dirancang untuk memperkuat kesiapsiagaan bencana serta kapasitas tanggap darurat nasional.
Project Director Seven Event, Sri Vista Limbong mengatakan, EDRR Indonesia 2026 tidak hanya menjadi ajang pameran teknologi, tetapi juga wadah kolaborasi lintas sektor yang mempertemukan pemerintah, industri, akademisi, dan mitra internasional.
“EDRR Indonesia 2026 tidak hanya menjadi wadah untuk memamerkan inovasi dan teknologi terkini, tetapi juga hadir sebagai ruang kolaborasi lintas sektor yang inklusif. Melalui rangkaian konferensi, seminar, dan workshop selama tiga hari, kami ingin menghubungkan para pelaku industri, pemerintah, akademisi, hingga mitra internasional untuk saling bertukar pengetahuan, menyelaraskan standar keselamatan, dan membangun kerja sama nyata demi memperkuat ketahanan bencana di Indonesia,” ujar Vista.
Salah satu agenda utama pada hari kedua pameran, Kamis (13/8/2026), adalah pembahasan Aksi Merespons Peringatan Dini (AMPD) bersama BMKG. Forum tersebut membahas pemanfaatan Impact-Based Forecast, penyebaran informasi darurat melalui cell broadcast, komunikasi risiko, hingga penggunaan AI dan big data untuk meningkatkan akurasi sistem peringatan dini nasional.
Forum juga menyoroti pentingnya kesiapsiagaan masyarakat yang ramah disabilitas dan ramah anak sebagai bagian dari penguatan sistem penanggulangan bencana.
Selain itu, digelar Forum Pemadam Kebakaran Cerdas & Keselamatan Industri yang membahas penanganan risiko kebakaran baterai kendaraan listrik (EV), penggunaan drone untuk operasi penyelamatan di gedung tinggi dan kawasan hutan, serta penerapan sensor pintar dan AI untuk pencegahan kebakaran.
Pada hari ketiga, Jumat (14/8/2026), fokus kegiatan bergeser ke aksi kemanusiaan dan keselamatan wilayah maritim. Bersama UN-OCHA, EDRR Indonesia memperingati World Humanitarian Day serta menggelar pelatihan basic life support dan CPR bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan MER-C Indonesia.
Forum Sinergi Darurat Maritim dan Kepulauan menjadi salah satu agenda yang paling menarik perhatian karena membahas pemanfaatan drone untuk pengiriman logistik darurat ke pulau-pulau terluar, pembaruan sistem SAR nasional, teknologi kapal penyelamat, serta penggunaan energi ramah lingkungan pada transportasi laut.
Selain konferensi dan pelatihan, EDRR Indonesia 2026 juga menggelar business matching yang mempertemukan penyedia teknologi, produsen peralatan keselamatan, instansi pemerintah, dan pelaku industri kebencanaan dari berbagai negara.
Program ini ditujukan untuk membuka peluang investasi, alih teknologi, dan pengadaan solusi kesiapsiagaan darurat, sehingga inovasi di bidang mitigasi bencana dapat lebih cepat diadopsi di Indonesia.
Dengan kombinasi pameran teknologi, forum kebijakan, pelatihan praktis, dan pertemuan bisnis, EDRR Indonesia 2026 diharapkan menjadi salah satu platform strategis dalam memperkuat ketahanan bencana nasional sekaligus mempercepat adopsi teknologi penyelamatan modern di Indonesia.































