https://jurnalindustry.com Jakarta – Program gentengisasi yang didorong Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mulai membuka peluang besar bagi pelaku UMKM produsen genteng. Dari sentra produksi Jatiwangi, Majalengka, Jawa Barat, komitmen transaksi genteng untuk pembangunan perumahan telah mencapai sekitar Rp3 miliar.
Maruarar mengatakan, program tersebut dirancang agar pembangunan rumah rakyat tidak hanya menyediakan hunian, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi pelaku UMKM lokal.
“Besok saya akan menyampaikan kepada Bapak Presiden RI soal gentengisasi, karena Presiden sangat concern. Kita sudah persiapkan UMKM-UMKM, tapi ada kualitasnya, standardisasinya, yaitu kehandalan dari perindustrian,” ujar Maruarar di Jakarta, Senin.
Sebagai langkah awal, sebanyak 24 truk genteng dari Jatiwangi telah dipesan dan dikirim untuk mendukung sejumlah proyek pembangunan perumahan.
Menurut Ara, kebutuhan genteng untuk pembangunan rumah rakyat ke depan sangat besar. Karena itu, pelaku UMKM perlu meningkatkan kualitas, estetika, hingga efisiensi harga agar mampu memenuhi kebutuhan proyek perumahan dalam skala besar.
“Kami sudah melakukan uji coba berapa bulan lalu di Plered, Purwakarta dan di Jatiwangi, Majalengka. Sesudah berapa bulan ini tentu saya percaya ada proses. Proses kualitas, ya estetika, harga, semua harus dibina sehingga UMKM kita juga bisa naik kelas,” katanya.
Program gentengisasi merupakan implementasi arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong penggunaan produk dalam negeri dalam pembangunan perumahan rakyat.
Bagi Jatiwangi, program ini sekaligus menjadi peluang untuk mengangkat kembali potensi industri genteng yang telah menjadi salah satu kearifan lokal Kabupaten Majalengka.
Ke depan, Kementerian PKP berharap semakin banyak UMKM genteng lokal yang mampu memenuhi standar dan masuk dalam rantai pasok pembangunan perumahan nasional.






























