https://jurnalindustry.com Jakarta – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman meminta pelaku UMKM tidak terburu-buru mengejar pasar ekspor sebelum memiliki fondasi usaha yang kuat dan menguasai pasar domestik.
Menurut Maman, pasar dalam negeri harus menjadi “benteng pertahanan” UMKM sebelum produk Indonesia dibawa bersaing di pasar global.
“Boleh kita support teman-teman untuk ekspor, 100 persen kita dukung. Tetapi pastikan kualitas produk mereka di domestik juga sudah kuat. Jangan sampai kita ekspor satu kali, setelah itu tidak berlanjut,” ujar Maman dalam kegiatan Kopdar Ekspor di Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Maman mengatakan pasar domestik menjadi tempat penting bagi UMKM untuk menguji kualitas produk, menjaga konsistensi produksi, memperbaiki tata kelola usaha, sekaligus memahami kebutuhan konsumen.
Ia menilai penguasaan pasar dalam negeri dan ekspansi ekspor bukan dua hal yang bertentangan. Keduanya harus berjalan beriringan agar UMKM memiliki ketahanan bisnis sekaligus mampu bersaing di pasar internasional.
“Pasar domestik adalah benteng pertahanan kita. Kita boleh keluar untuk ekspor, tetapi jangan sampai benteng kita sendiri kosong dan dikuasai produk dari luar,” tegasnya.
267 UMKM Siap Ekspor
Pemerintah juga terus memetakan UMKM yang memiliki potensi untuk menembus pasar global. Direktur Utama SMESCO Doddy Akhmadsyah Matondang mengatakan saat ini terdapat sekitar 100 ribu data UMKM yang telah dihimpun dan dipetakan berdasarkan kesiapan serta potensi pengembangannya.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 267 UMKM telah teridentifikasi siap ekspor.
Selain itu, SMESCO telah menghubungi langsung 1.083 UMKM. Sebanyak 551 UMKM di antaranya dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan, termasuk mendapatkan fasilitasi menuju pasar ekspor.
Doddy menyebut sejumlah tantangan yang masih dihadapi UMKM untuk menembus pasar global, mulai dari pemasaran, pembiayaan hingga perizinan.
“Kami berkomitmen menyediakan end-to-end services bagi UMKM, mulai dari akses pemasaran, pembiayaan hingga perizinan, sehingga semakin banyak UMKM Indonesia yang siap dan mampu melakukan ekspor secara berkelanjutan,” katanya.
SAPA UMKM Jadi Pintu Layanan
Untuk memperkuat fundamental bisnis, Kementerian UMKM menghadirkan SAPA UMKM, sistem layanan terintegrasi yang memungkinkan pelaku usaha mengakses berbagai fasilitas pengembangan usaha.
Layanan tersebut mencakup verifikasi usaha, legalitas dan sertifikasi, pembiayaan, peningkatan kapasitas, pembukuan digital hingga akses pemasaran.
Maman mengatakan SAPA UMKM dihadirkan agar pelaku usaha di berbagai daerah tidak harus datang ke Jakarta untuk mendapatkan layanan pemerintah.
“Pemerintah harus hadir dalam setiap proses tumbuh dan berkembangnya usaha mereka,” ujarnya.
Dengan penguatan fundamental, penguasaan pasar domestik, serta dukungan akses pembiayaan dan pemasaran, pemerintah berharap semakin banyak UMKM Indonesia yang mampu naik kelas dan melakukan ekspor secara berkelanjutan.































