Jurnalindustry.com – Jakarta — Industri olahraga nasional dinilai memiliki potensi besar menjadi motor baru penggerak ekonomi Indonesia. Namun di balik tren ekspor yang terus meningkat, produk olahraga buatan dalam negeri ternyata masih belum mendominasi pasar domestik.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) pun mulai mengambil langkah serius untuk memperkuat industri olahraga nasional melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada 30 April 2026 di Jakarta.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, industri olahraga nasional harus menjadi bagian penting dari strategi penguatan industri dan kemandirian ekonomi Indonesia.
“Dalam lima tahun terakhir, industri alat olahraga nasional mencatat surplus neraca perdagangan. Bahkan ekspor tahun 2025 tumbuh sebesar 5 persen,” ujar Agus dalam keterangannya, Rabu (6/5).
Produk olahraga buatan Indonesia kini telah menembus pasar global seperti Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, hingga Belanda. Meski demikian, Agus mengakui produk lokal masih menghadapi tantangan besar di pasar dalam negeri.
“Meskipun capaian ekspor membanggakan, produk dalam negeri belum sepenuhnya menjadi pilihan utama di pasar domestik,” katanya.
Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita menjelaskan, kerja sama ini bertujuan memperkuat keterhubungan antara kebutuhan pasar dan kapasitas produksi industri olahraga nasional.
Program kerja sama tersebut mencakup pendampingan industri, peningkatan standardisasi dan mutu produk, fasilitasi promosi, akses pasar, hingga penguatan penggunaan produk ber-TKDN dalam berbagai kegiatan olahraga nasional.
“Kita tidak hanya memperkuat industri dari sisi produksi, tetapi juga mulai membentuk pasar bagi produk dalam negeri secara lebih sistematis,” ujar Reni.
Pemerintah juga mendorong penggunaan produk olahraga lokal dalam event nasional dan internasional, termasuk untuk kebutuhan pembinaan klub olahraga dan olahraga masyarakat.
Sementara itu, Direktur Industri Aneka Reny Meilany menilai industri olahraga nasional sebenarnya memiliki kapasitas kuat, baik dari sektor industri kecil menengah maupun industri berorientasi ekspor.
“Diperlukan sinergi berkelanjutan agar produk dalam negeri bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” kata Reny.






























