Jurnalindustry.com – Jakarta – Ketahanan energi nasional kembali mendapat suntikan kekuatan baru. Melalui anak usahanya, PT Bukit Asam Tbk (PTBA), MIND ID menunjukkan langkah agresif dengan mempercepat ekspansi proyek logistik batu bara yang digadang-gadang menjadi fondasi penting pasokan energi Indonesia ke depan.
Saat ini, PTBA memiliki kapasitas produksi sebesar 43 juta ton per tahun. Namun ambisinya tak main-main. Dalam tiga hingga empat tahun ke depan, kapasitas tersebut ditargetkan melonjak hingga 100 juta ton per tahun — lebih dari dua kali lipat kapasitas saat ini.
Sebagian besar produksi batu bara PTBA difokuskan untuk kebutuhan dalam negeri. Sekitar 52% dialokasikan guna memenuhi kebutuhan listrik domestik yang terus meningkat. Seiring pertumbuhan konsumsi listrik, ekspansi industri manufaktur, dan pengembangan hilirisasi, permintaan batu bara nasional diproyeksikan tetap kuat dalam beberapa tahun mendatang. Artinya, peran PTBA bukan hanya sebagai perusahaan tambang, tetapi juga sebagai salah satu penopang stabilitas energi nasional.
Untuk memastikan distribusi berjalan lancar, PTBA tengah membangun fasilitas Coal Handling Facility (CHF) dan Train Loading Station (TLS) 6–7 pada jalur angkutan batu bara relasi Tanjung Enim–Kramasan. Proyek strategis ini akan menambah kapasitas angkutan hingga 20 juta ton per tahun.
Kabar terbarunya, hingga 31 Januari 2026 progres pembangunan telah mencapai 80,81%. Artinya, proyek ini tinggal selangkah lagi menuju penyelesaian. Tak tanggung-tanggung, demi memastikan kelancaran proyek, PTBA mengantongi fasilitas pendanaan sebesar Rp3,56 triliun dari tiga bank HIMBARA.
Direktur Strategi Hilirisasi dan Ekosistem Mineral MIND ID, Tedy Badrujaman, menegaskan bahwa kedaulatan energi merupakan kebutuhan strategis Indonesia sebagai negara kaya sumber daya.
Dalam kunjungan kerjanya ke Tanjung Enim, Sumatra Selatan, Kamis (12/2/2026), ia menyampaikan bahwa proyek ini merupakan bagian penting dari upaya mewujudkan ketahanan energi nasional sebagaimana tertuang dalam Asta Cita Presiden.
“Proyek ini merupakan fondasi penting bagi ketahanan energi nasional, dan kami akan mengawal penyelesaiannya sesuai dengan rencana,” ujar Tedy.
Ia juga menambahkan bahwa optimalisasi logistik menjadi pilar strategis yang terus didorong agar kapasitas angkutan batu bara PTBA semakin meningkat.
Dengan ekspansi produksi besar-besaran dan penguatan infrastruktur logistik, PTBA tengah memposisikan diri sebagai tulang punggung pasokan batu bara nasional.
Jika target 100 juta ton tercapai dan proyek logistik rampung tepat waktu, Indonesia tak hanya memperkuat ketahanan energinya, tetapi juga memastikan fondasi industri nasional tetap kokoh di tengah dinamika global. Langkah besar sudah dimulai. Kini, publik menanti realisasi ambisi raksasa energi ini.






























