JurnalIndustry.com – Jakarta – PropertyGuru secara resmi menggelar “CEO & Leaders Forum 2022”. Acara tersebut sebagai pendahukuan dari PropertyGuru Indonesia Property Awards tahunan.
Forum yang dihelat di The Langham Hotel Jakarta, Kamis 9 Juni 2022 tersebut mengusung tema ‘Expert Views on Real Estate Opportunities and Challenges in the National Capital (IKN)’.
Tema tersebut diambil untuk menyikapi potensi investasi IKN, yang juga dikenal sebagai Nusantara, yang memulai pengembangan tahap pertama tahun ini.
Adapun para pembicara dalam forum tersebut antara lain, Wakil Ketua Otoritas Ibu Kota Negara (IKN) Dhony Rahajoe, Direktur Perencanaan Infrastruktur, Deputi Perencanaan Investasi, Kementerian Investasi Moris Nuaimi, Wakil Ketua Real Estate Indonesia (REI) Hari Ganie, serta Marine Novita selaku Country Manager Rumah.com.
Dhony Rahajoe dalam paparannya mengatakan, dalam membangun IKN, pihaknya sangat memerlukan banyak uluran tangan dari para investor.
“Saya ingin gelar karpet merah untuk investor, saya ingin berikan di Indonesia ada insentif di IKN insentifnya harus plus,” ujar Dhony.
Dijelaskan Dhony, saat ini badan otorita terus berupaya menciptakan iklim investasi yang baik terutama di proyek IKN. Salah satunya dari perizinan lahan investor tidak perlu turun tangan langsung.
Lebih lanjut, Dhony mengungkapkan bahwa investasi swasta diperlukan untuk membangun IKN Nusantara. Sebab itu karpet merah diberikan agar tertarik investasi di IKN Nusantara.
Dikesempatan yang sama, Wakil Ketua REI Hari Gani mengatakan, ekspansi bisnis properti di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) merupakan suatu keniscayaan bagi para pengembang properti Indonesia.
Walau begitu, hal tersebut sangat bergantung pada perkembangan proyek IKN itu sendiri, baik dalam hal implementasi regulasi maupun pembangunan infrastruktur dasar.
Dikatakan Hari Gani, beberapa pengembang besar memang telah memiliki lahan di Kalimantan jauh sebelum proyek IKN Nusantara diumumkan. Pengembang tersebut tentu telah melihat bahwa pasar properti di daerah Kalimantan Timur, khususnya Balikpapan dan Samarinda cukup menjanjikan.
Untuk saat ini, REI menilai bahwa para pengembang masih menunggu atau wait and see sebelum mengambil langkah ekspansi bisnis di IKN Nusantara. Sebab, ada banyak hal yang jadi pertimbangan pengembang untuk menjalankan proyek properti di calon ibu kota baru tersebut.
Pemerintah sebagai penanggung jawab utama proyek IKN Nusantara pun harus memastikan realisasi dari implementasi regulasi pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur, termasuk kepastian pembangunan fisik di IKN yang bersifat dasar seperti infrastruktur jalan raya, istana, gedung perkantoran, dan perumahan untuk aparatur sipil negara (ASN).
“Kalau regulasi sudah lengkap dan pembangunan infrastruktur dasar sudah berjalan, ini menambah keyakinan bagi pihak swasta termasuk pengembang properti untuk ikut berinvestasi di IKN,” tutup Hari.































