Jurnalindustry.com, Jakarta- Industri franchise semakin menunjukkan perannya sebagai penggerak pertumbuhan kewirausahaan sekaligus penopang ekonomi nasional. Skema bisnis ini dinilai efektif membantu pelaku usaha memperluas jaringan secara cepat melalui model usaha terstandardisasi.
Konsep waralaba memberi peluang bagi wirausahawan pemula untuk memulai bisnis dengan risiko lebih terkendali. Hal ini membuat sektor franchise dipandang sebagai salah satu pilar penting perekonomian Indonesia di masa depan.
“Waralaba bisa menjadi salah satu pendorong utama pengembangan kewirausahaan karena menawarkan model bisnis yang siap pakai dan terstandardisasi,” ujar Septo Supriyatno, Direktur Bina Usaha Perdagangan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia dalam siaran pers kepada Jurnalindustry.com, Sabtu (30/8/2025).
Kementerian Perdagangan menegaskan dukungannya terhadap pertumbuhan waralaba dengan program pendampingan dan fasilitasi partisipasi dalam pameran bisnis. Dukungan ini dimaksudkan agar pelaku usaha semakin percaya diri dalam memperluas jaringan usahanya.
Data Kementerian Perdagangan mencatat pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 5,12% year on year (YoY). Konsumsi rumah tangga berkontribusi sebesar 54,25% dan menjadi indikator ketangguhan ekonomi di tengah tantangan global.
Kontribusi sektor UMKM tidak terlepas dari ekosistem waralaba yang terus berkembang. Skema ini memberi kesempatan bagi banyak pelaku usaha kecil untuk naik kelas melalui kemitraan bisnis.
Anang Sukandar, Ketua Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), menekankan pentingnya praktik waralaba yang sesuai etika bisnis. Ia menyebut standar, efektivitas, efisiensi, serta ilmu manajemen menjadi faktor utama menjaga keberlanjutan ekosistem.
“Praktik waralaba harus dijalankan dengan beretika, efektif, efisien, serta berbasis manajemen yang baik,” ujar Anang.
Ia juga menyoroti pentingnya dukungan pemerintah yang konsisten bagi pelaku usaha waralaba. Negara tetangga dinilai berhasil memaksimalkan potensi franchise melalui program dukungan langsung ke industri.
Selain pemerintah, dukungan dari lembaga swasta juga berperan penting. Majalahfranchise.com bersama AFI menghadirkan penghargaan tahunan untuk merek-merek yang berhasil menguasai pasar dan memimpin kategori bisnisnya.
Rofian Akbar, Pemimpin Majalahfranchise.com, menjelaskan penghargaan diberikan kepada merek yang konsisten mengembangkan strategi branding, produk, dan sistem waralaba. Penghargaan ini terbagi dalam Market Leader Awards 2025 dan Franchise Marketing Awards 2025.
“Selain edukasi dan pameran, kami juga mendukung pertumbuhan industri franchise dengan memberikan penghargaan kepada merek yang mampu bersaing di tengah kondisi pasar,” kata Rofian.
Strategi pemasaran terintegrasi menjadi kunci dalam memenangkan persaingan. Riset internal Majalahfranchise.com menunjukkan banyak merek mulai memanfaatkan konsep Integrated Marketing Concept (IMC).
IMC memadukan berbagai saluran komunikasi seperti media sosial, public relations, pameran, kampanye digital, hingga personal branding. Sinergi antar kanal ini ditujukan membangun brand awareness dan memperkuat hubungan dengan konsumen.
Meski penerapan IMC terus berkembang, pengelolaan profesional dan kreativitas tetap menjadi faktor penting. Konsistensi pesan lintas media dibutuhkan agar strategi pemasaran menghasilkan dampak nyata bagi pertumbuhan bisnis.
Beberapa merek yang meraih Market Leader Awards 2025 antara lain Indomaret, Biru, Apotek K-24, Ray White Indonesia, dan Ayam Gepuk Pak Gembus. Sementara kategori Franchise Marketing Awards 2025 juga diisi merek-merek besar seperti Kebab Turki Baba Rafi, Shop & Drive, hingga Melia Laundry.
Pada kategori Business Opportunity Market Leader Awards 2025, penghargaan diraih Burger Bangor, Yummy Coin, De Wave, hingga Barbersmart. Sedangkan Indonesia Business Opportunity Marketing Awards 2025 diberikan kepada merek seperti Almaz Fried Chicken, Smartkidz, Kayuputih Family Reflexology, dan Ghanisa Prime Clinic & Skincare.
Penghargaan ini diharapkan menjadi pemicu lahirnya inovasi lebih besar dari pelaku industri franchise. Dengan kontribusi berkelanjutan, sektor waralaba diyakini mampu memperkuat fondasi perekonomian nasional hingga menuju visi Indonesia Emas 2045.































