Jurnalindustry.com – Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan India meminta impor pupuk urea dari Indonesia hingga 500 ribu ton di tengah gejolak pasokan pupuk global. Permintaan tersebut disampaikan langsung oleh Duta Besar India kepada pemerintah Indonesia.
Amran mengatakan, tingginya permintaan pupuk dari luar negeri muncul setelah Indonesia mulai aktif mengekspor pupuk ke sejumlah negara, termasuk Australia.
“Duta Besar India telepon langsung meminta 500 ribu ton. Nanti kita lihat mana harga paling menguntungkan,” ujar Amran dalam konferensi pers di Jakarta Selatan.
Menurut Amran, ekspor pupuk Indonesia ke Australia saat ini sudah berjalan dengan nilai mencapai Rp7 triliun. Selain India, negara lain seperti Filipina, Brasil, dan Pakistan juga mulai menjajaki impor pupuk dari Indonesia.
Meski demikian, pemerintah memastikan kebutuhan pupuk dalam negeri tetap menjadi prioritas utama sebelum membuka ekspor lebih besar.
“Lebih pasokan dalam negeri. Masa kita berani ekspor kalau kurang. Surplus kita sekitar 1,5 juta ton untuk persiapan ekspor nasional,” katanya.
Amran menjelaskan total produksi pupuk nasional saat ini mencapai sekitar 10 juta ton per tahun. Dengan kondisi surplus, pemerintah menilai ekspor tidak akan mengganggu kebutuhan petani domestik.
Di tengah kenaikan harga pupuk global akibat konflik geopolitik dan gangguan rantai pasok dunia, pemerintah juga tetap mempertahankan kebijakan penurunan harga pupuk subsidi sebesar 20 persen untuk petani Indonesia.
Tak hanya pupuk, Amran menyebut sejumlah negara mulai melirik beras Indonesia. Malaysia bahkan disebut telah masuk tahap negosiasi harga melalui Perum Bulog untuk pembelian beras dari Indonesia.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meminta ekspor pangan dilakukan secara hati-hati agar kebutuhan dalam negeri tetap aman di tengah ancaman krisis pangan global.



























