Jurnalindustry.com, Jakarta- Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama PT. Sukses Mulya Pratama (SMP) menjadwalkan penyelenggaraan Innovation Summit & Expo 2026 (IISE).
Di ajang tersebut, BRIN menargetkan penandatanganan 100 perjanjian lisensi baru dalam ajang Indonesia Innovation Summit & Expo (IISE) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 10-13 Desember 2026 di ICE BSD, Tangerang. Kegiatan ini juga akan menghadirkan 200 produk inovasi unggulan BRIN untuk membuka peluang kerja sama dengan industri dan investor.
Ketua Penyelenggara IISE 2026, Walneg, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan mempercepat pemanfaatan hasil riset melalui kolaborasi antara peneliti, pelaku industri, dan investor. Menurutnya, hasil penelitian perlu didorong agar tidak berhenti pada tahap prototipe atau publikasi ilmiah.
“Indonesia memiliki banyak hasil riset dan inovasi yang potensial. Tantangan berikutnya adalah bagaimana inovasi tersebut menemukan pengguna, dikembangkan bersama industri, memperoleh dukungan investasi, dan akhirnya memberikan manfaat ekonomi maupun sosial,” ujar Walneg dalam keterangan tertulis, Senin (12/10).
Walneg menjelaskan, sebanyak 200 inovasi yang akan ditampilkan berasal dari berbagai sektor strategis, antara lain pangan, kesehatan, energi, ketenaganukliran, kedirgantaraan, industri, serta lingkungan. Penyelenggara juga menyiapkan 230 stan pameran dan program Innovation Marketplace untuk mempertemukan pemilik teknologi dengan calon pengguna.
“Kami ingin masyarakat dan industri melihat bahwa Indonesia memiliki kapasitas menghasilkan teknologi dan solusi inovatif di berbagai sektor. Melalui IISE, hasil riset tersebut dapat diperkenalkan kepada calon pengguna, sekaligus membuka peluang kolaborasi untuk pengembangan dan penerapannya,” katanya.
Menurut Walneg, keberhasilan penyelenggaraan IISE tidak hanya diukur dari jumlah inovasi yang dipamerkan, tetapi juga dari kerja sama riset, pengembangan produk, hingga peluang komersialisasi yang dihasilkan.
“Yang lebih penting adalah berapa banyak kolaborasi yang terbangun, inovasi yang menemukan mitra, serta hasil riset yang memiliki peluang untuk diterapkan,” ujarnya.
Peluang besar business matching
Sementara itu, Direktur PT Sukses Mulya Pratama selaku promotor IISE 2026, Nopit Cahyani, mengatakan kegiatan tersebut akan membuka ruang pertemuan bisnis antara inventor, perusahaan teknologi, investor, dan pelaku industri.
“Kami ingin exhibitor datang bukan hanya untuk menunjukkan apa yang sudah mereka ciptakan, tetapi juga menemukan siapa yang membutuhkan inovasi tersebut dan siapa yang dapat membantu membawanya menuju pasar,” ujar Nopit.
Nopit menambahkan, penyelenggara akan menghadirkan sejumlah program pendukung, mulai dari konferensi internasional, kunjungan fasilitas riset BRIN, hingga kegiatan edukasi sains untuk masyarakat. Dua peraih Nobel juga direncanakan hadir dalam sesi masterclass, meskipun identitas dan kehadiran keduanya masih menunggu konfirmasi.
“Melalui IISE, kami ingin menciptakan ruang pertemuan yang lebih terarah sehingga interaksi selama pameran berpotensi berlanjut menjadi kerja sama bisnis, pengembangan produk, maupun investasi,” jelasnya.
Selain kegiatan bisnis dan riset, IISE 2026 akan menghadirkan program Meet the Scientist, Kids Science Playground, serta University Innovation Showcase. Kegiatan tersebut ditujukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Pameran yang akan berlangsung selama empat hari itu terbuka bagi kementerian dan lembaga, perguruan tinggi, BUMN, pemerintah daerah, perusahaan teknologi, startup, investor, serta mitra internasional.






























