Jurnalindustry.com, Jakarta- Penghargaan bergengsi Indonesia Digital Halal Brand Awards (IDHBA) 2026 digelar dengan tema “Empowering Halal Brands In The Digital Era” pada Kamis, 26 September lalu.
Tidak lagi sekadar memenuhi kebutuhan standar, kesadaran masyarakat yang kian tinggi terhadap halal lifestyle memicu lompatan besar pada berbagai sektor, mulai dari kuliner, busana muslim, skincare, wisata ramah muslim, keuangan syariah, hingga menjamurnya inovasi dari UMKM lokal.
Menjawab tantangan persaingan yang kian terbuka, Halal Today bekerja sama dengan Yayasan Khazanah GNH resmi menggelar ajang penghargaan bergengsi Indonesia Digital Halal Brand Awards (IDHBA) 2026.
Mengusung tema “Empowering Halal Brands In The Digital Era”, gelaran ini menjadi panggung apresiasi sekaligus barometer utama kekuatan eksistensi merek halal di dunia maya.
Baca juga: Apresiasi Industri Halal Melalui Ajang IDHB 2025
Masyarakat modern tidak hanya menilai produk dari kualitas fisik, melainkan aktif melacak jejak digital, nilai yang diusung, hingga kredibilitas sebuah merek sebelum memutuskan untuk membeli.
Pemimpin Redaksi Halal Today, Aziz Fahmi Hidayat, menegaskan pentingnya akselerasi digital bagi para pelaku industri halal agar tidak tergilas zaman.
“Era digital menuntut brand untuk berakselerasi lebih cepat agar positioning mereka semakin kuat. Hal inilah yang berujung pada terciptanya maximum trust dari pasar,” tegas Aziz.
Pendekatan digital
Adapun metodologi Riset yang digunakan sangat ketat dan transparan untuk menentukan pemenang yang benar-benar adaptif dan relevan. Untuk itu IDHBA 2026 melibatkan proses penilaian yang terukur melalui Halal Digital Brand Observation and Research.
Direktur Dinamic Marketing Research, Lisa Noviani, menjelaskan bahwa riset dilakukan dalam empat tahapan utama: Identify — Mengidentifikasi merek dengan performa positif.Observe — Mengamati eksistensi dan aktivitas digital secara mendalam.Evaluate — Menguji dan mengevaluasi berdasarkan data publik.Recognize — Mengukur skor akhir sebagai dasar pemberian penghargaan.

Penilaian tersebut didasarkan pada 4 Dimensi Utama Performa Digital dengan bobot seimbang: Digital Presence (25%), Public Engagement (25%), Media & PR Activity (25%), dan Marketplace Performance (25%).
Event ini mendapat Dukungan penuh dari tokoh akademisi ternama, Prof. Dr. KH. Nadirsyah Hosen, LL.M., M.A. (Hons) atau yang akrab disapa Gus Nadir. Selaku Pembina Yayasan Khazanah GNH, beliau menyampaikan apresiasi mendalam langsung dari University of Melbourne, Australia.
Gus Nadir menekankan bahwa penguatan ekosistem halal Indonesia merupakan perjalanan panjang yang membutuhkan sinergi antar-elemen.
“Brand dan pelaku usaha berada di garis terdepan yang paling dekat dengan masyarakat. Semoga apresiasi ini menjadi energi positif bagi seluruh brand untuk terus tumbuh, berkolaborasi, dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat,” ungkap Gus Nadir.
Siap jaga komitmen halal
Direktur PT Ranisa Cipta Pelangi (Ranisa Fried Chicken), Bisri mengatakan sebagai salah satu produk yang berhasil memenangkan Digital Halal Brand Awards 2026 Ranisa sudah berdiri sejak 11 tahun selalu menghadapi persaingan yang ketat sesama produk, Ranisa tetap bertahan dengan menjaga kualitas produk disertai SDM Ranisa yang terus-menerus menjaga kehalalan produk.
“Dengan raihan award ini, kami merasa bersyukur karena perjuangan panjang untuk mendapatkan sertifikasi halal dari MUI banyak tantangannnya,” tandas Bisri.
Bisri menambahkan bahwa Ranisa akan terus merawat dan menjaga kehalal produk dan siap melakukan ekspansi ke berbagai daerah sebagai bentuk komitmen keberlanjutan dalam mengembangkan sayap bisnis.
“Saat ini kami sudah memiliki sebanyak 400 outlet Ranisa dan tersebar di berbagai daerah di Pulau Jawab,” kata Bisri.
Hal yang sama juga diutarakan Tri, Regulatory Affair Gendes (produk healthy dan beauty). Menurutnya produk halal sangat penting bagi siapapun, bukan hanya umat muslim.
Menurut Tri, produk halal itu sangat penting bila menyangkut kesehatan dan kecantikan (perawatan tubuh) seserorang, terutama kaum wanita. Produk halal ini bertujuan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan badan seseorang yang disyariatkan dalam tataran agama, terutama kaum muslim.
“Mulai hari ini dan seterusnya, kami sebagai produsen dan juga bagi seluruh konsumen untuk selalu menjaga dan memilih produk halal sebagai bentuk tanggung jawab secara syariah dan menciptakan iklim keberlanjutan terhadap semua produk halal,” tutup Tri.
Merek-merek peraih Indonesia Digital Halal Brand Awards 2026
- Aqua untuk kategori AMDK
- SGM untuk kategori Susu Bubuk Anak
- Whincezz untuk kategori Keju
- Ranisa untuk kategori Fried Chicken
- Teh Kotjok untuk kategori Kedai Teh
- Gendes untuk kategori Feminime Hygiene
- Detoplus untuk kategori Herbal Wellness
- Kanemura untuk kategori Japanese Street Food.






























