Jurnalindustry.com – Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong industri kecil dan menengah (IKM) ikut masuk ke rantai pasok kendaraan listrik nasional yang kini tumbuh pesat.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, pemerintah ingin industri kendaraan listrik di Indonesia tidak hanya dikuasai perusahaan besar, tetapi juga melibatkan IKM lokal.
“Pemerintah berupaya agar ekosistem industri KBLBB juga diisi industri kecil dan menengah sehingga ada transfer teknologi dan pengetahuan,” ujar Agus, Kamis (28/5/2026).
Kemenperin pun menggandeng sejumlah perusahaan otomotif untuk membuka peluang kemitraan strategis bagi IKM komponen kendaraan listrik.
Data Gaikindo menunjukkan penjualan mobil listrik berbasis baterai pada triwulan I 2026 mencapai 33.150 unit atau melonjak 95,9 persen dibanding tahun lalu.
Tak hanya itu, jumlah kendaraan listrik roda dua kini mencapai 236.451 unit dan bus listrik nasional sebanyak 798 unit.
Direktur Jenderal IKMA Kemenperin Reni Yanita menilai, tren tersebut menjadi peluang besar bagi IKM otomotif untuk memperluas bisnis di sektor kendaraan listrik.
“Perubahan preferensi masyarakat ke kendaraan ramah lingkungan membuka peluang besar bagi IKM masuk ke rantai pasok industri kendaraan listrik,” katanya.




























