Jurnalindustry.com – Jakarta – Wakil Presiden ke-10 dan 12, Jusuf Kalla (JK) menyatakan saat ini banyak insinyur di Indonesia yang belum mendapatkan pekerjaan imbas situasi ekonomi dunia yang tidak menentu. Menurutnya, ada banyak perusahaan di Indonesia, namun tidak semuanya membuka lapangan pekerjaan.
Dirinya mencontohkan perusahaan yang dimilikinya membuka lowongan pekerjaan hanya 20 insinyur untuk proyek-proyek tertentu, namun yang melamar mencapai 23 ribu insinyur.
“Artinya banyak insinyur yang telah mendapatkan pendidikan, tapi masih sulit mendapatkan pekerjaan akibat situasi ekonomi di dunia ini,” kata JK di Jakarta.
Dirinya juga menyinggung video viral kericuhan job fair yang digelar Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa (27/5) lalu. Hal ini imbas ketersediaan lapangan kerja di Indonesia masih sangat terbatas.
“Kita lihat di televisi pada saat job fair, diperkirakan yang akan hadir 2000 orang, ternyata yang ingin mencari pekerjaan di Bekasi saja 25 ribu orang yang datang dan terjadi kegaduhan yang luar biasa karena orang mencari pekerjaan yang sangat terbatas,” terangnya.
Dikatakan JK, situasi ekonomi dunia yang tidak menentu akibat terjadinya perang di Eropa, Palestina dan perang dagang antara Amerika dengan China yang menambah kondisi perekonomian semakin tidak menentu.
“Situasi ini bukan hanya terjadi di Indonesia, tapi di Amerika, Eropa dan di Asia. Anda harus siap menghadapi situasi yang tidak menguntungkan ini dan (apabila) kita tidak melewati ini, maka kita tidak akan pernah melewati situasi yang baik,” jelas JK.
Banyaknya konflik di dunia, terangnya, akan terus berefek pada perekonomian, termasuk di Indonesia, sehingga kehidupan di dunia akan semakin sulit dan harga-harga komoditas seperti batu bara, nikel, dan sawit menurun.
“Akibatnya untuk bangsa, ekonomi menurun, kemampuan negara untuk membangun mengecil yang pemerintah menyebutnya efisiensi, dulu anggaran PU sebesar Rp 150 triliun, sekarang tinggal Rp 28 triliun. Kita akan menghadapi jalan-jalan yang rusak di tahun-tahun akan datang, pengairan yang tidak bisa berjalan di daerah dan di kota tidak berlangsung baik,” tutup Jusuf Kalla.































