Jurnalindustry.com – Jakarta – Industri kosmetik nasional terus menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam dua tahun terakhir. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat jumlah industri kosmetik dalam negeri meningkat dari 1.292 industri pada 2024 menjadi lebih dari 1.500 industri pada akhir 2025.
Menariknya, sekitar 90 persen pelaku usaha tersebut berasal dari sektor industri kecil dan menengah (IKM). Seiring pertumbuhan itu, nilai ekspor kosmetik Indonesia juga naik dari 417 juta dollar AS pada 2024 menjadi 473,8 juta dollar AS pada 2025.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, industri kosmetik menjadi salah satu sektor yang memiliki prospek besar karena permintaan pasar yang terus meningkat, baik di dalam negeri maupun global.
“Dengan jumlah pelaku usaha yang semakin besar, kami berharap industri ini tidak hanya memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga memperluas kontribusinya terhadap ekspor dan pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Agus dalam keterangannya.
Untuk memperkuat daya saing IKM kosmetik, Kemenperin melalui Ditjen IKMA menggandeng Perhimpunan Perusahaan Kosmetika Indonesia (Perkosmi) dalam pengembangan kemitraan dan rantai pasok lokal.
Langkah tersebut diwujudkan lewat kegiatan Pre-Event Temu Bisnis Local Supply Chain for Cosmetic Industry yang digelar pada 6–8 Mei 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita menjelaskan, kegiatan itu menjadi wadah bagi pelaku IKM kosmetik untuk bertemu calon mitra bisnis, pemasok bahan baku, jasa maklon, hingga jaringan distribusi.
“Kegiatan ini membuka peluang kemitraan dan investasi sekaligus memperkuat hilirisasi bahan baku lokal untuk mendukung pertumbuhan industri kosmetik nasional,” kata Reni.
Sebanyak 29 IKM kosmetik binaan turut ambil bagian dalam ajang tersebut. Pemerintah berharap kolaborasi ini mampu menciptakan ekosistem industri kosmetik nasional yang mandiri, kompetitif, dan berkelanjutan.































