https://jurnalindustry.com Jakarta – Tren mobil baru di Indonesia mulai berubah. Jika dulu konsumen lebih fokus pada desain dan tenaga mesin, kini fitur keselamatan canggih seperti ADAS (Advanced Driver Assistance Systems), kamera 360 derajat, radar, dan teknologi pintar justru menjadi salah satu faktor utama yang menentukan keputusan membeli kendaraan.
Fenomena itu menjadi sorotan utama di GIIAS 2026 yang mengusung tema “The Eyes of the Future”. Pameran otomotif tahun ini tidak hanya menampilkan mobil-mobil terbaru, tetapi juga memperlihatkan bagaimana teknologi keselamatan bekerja di balik kemudi.
Riset Deloitte 2026 Global Automotive Consumer Study menunjukkan konsumen Indonesia semakin rasional. Sebanyak 68 persen responden mengutamakan kualitas produk, disusul performa (66 persen), sementara 49 persen mempertimbangkan kecanggihan fitur dan teknologi sebagai faktor penting dalam memilih mobil.
Sejumlah pabrikan pun berlomba menghadirkan teknologi keselamatan terbaru. Toyota memperluas lini kendaraan elektrifikasi dengan fokus pada efisiensi dan keselamatan, Honda memperkenalkan mobil listrik Super-ONE, sementara Jaecoo membawa teknologi intelligent driving untuk mendukung kenyamanan berkendara di lalu lintas yang padat.
Namun, di balik semakin canggihnya kendaraan, muncul tantangan baru: literasi teknologi konsumen. Banyaknya istilah teknis membuat pengemudi perlu memahami cara kerja dan batasan fitur keselamatan tersebut agar dapat digunakan secara optimal.
Anggota Komite Teknis ASEAN NCAP Adrianto Sugiarto mengatakan, perkembangan teknologi keselamatan bertujuan mengurangi risiko cedera hingga fatalitas di jalan raya.
“Teknologi keselamatan dikembangkan untuk meminimalkan cedera hingga fatalitas. Tantangan berikutnya adalah memastikan masyarakat memahami manfaat dan cara kerjanya,” ujarnya.
Bosch Indonesia, yang turut berpartisipasi di GIIAS 2026, juga menilai edukasi konsumen menjadi kunci agar teknologi keselamatan benar-benar memberikan perlindungan nyata.
“Inovasi keselamatan itu sifatnya mendampingi, sebagai mitra mitigasi risiko di jalan raya. Kami ingin memperlihatkan bagaimana sistem ini bekerja mulai dari mendeteksi kondisi sekitar hingga merespons situasi kritis,” kata Head of Corporate Communications and Government Relations Bosch Indonesia Fenny Sofyan.
Dengan semakin kompleksnya teknologi kendaraan modern, GIIAS 2026 menunjukkan bahwa masa depan otomotif bukan hanya soal mobil listrik atau desain futuristis, tetapi juga seberapa cerdas kendaraan melindungi pengemudi dan penumpangnya.




























