Jurnalindustry.com – Jakarta – Pemerintah menegaskan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap kuat di tengah tekanan ekonomi global. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyebut, fundamental fiskal Indonesia saat ini bahkan mendaat perhatian positif dari dunia internasional.
Dalam media briefing di Jakarta, Menkeu menegaskan bahwa disiplin pengelolaan fiskal dan reformasi kebijakan yang dilakukan sebelum krisis global menjadi kunci ketahanan ekonomi nasional.
“Saya ingin menegaskan lagi, kondisi APBN baik, malah orang-orang sana pada kagum,” ujar Menkeu.
Dari sisi likuiditas, pemerintah memastikan posisi kas negara dalam kondisi aman. Bahkan, pemerintah mengambil langkah strategis dengan menempatkan dana sebesar Rp300 triliun ke sektor perbankan untuk menjaga likuiditas dan mendorong aktivitas ekonomi.
“Cash management kita sudah baik. Yang Rp300 triliun kita masukkan ke perbankan supaya ada tambahan likuiditas, supaya ekonomi bisa berjalan,” katanya.
Langkah ini dilakukan tanpa menambah beban anggaran, sekaligus menjadi instrumen untuk menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.
Menkeu menegaskan, pemerintah terus melakukan reformasi struktural, termasuk di sektor perpajakan, kepabeanan, serta efisiensi belanja negara. Kebijakan fiskal juga diarahkan untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan stabilitas anggaran. Salah satu langkah yang ditempuh adalah penyaluran subsidi secara lebih tepat sasaran.
“Yang kita subsidi adalah yang benar-benar membutuhkan. Bukan subsidi tanpa batas, tapi kita batasi untuk masyaarakat yang tidak mampu,” jelas Purbaya.
Di tengah ketidakpastian global, ekonomi Indonesia dinilai tetap solid karena didukung oleh permintaan domestik yang mencapai sekitar 90 persen dari total perekonomian.
Pemerintah juga menyatakan siap mengeluarkan stimulus tambahan jika diperlukan, guna menjaga momentum pertumbuhan.
Untuk Triwulan II, pertumbuhan ekonomi diperkirakan tetap terjaga dan berpotensi meningkat seiring berbagai kebijakan yang terus dioptimalkan.
Menkeu menegaskan bahwa fondasi ekonomi Indonesia tidak mengalami perubahan dan justru akan semakin kuat ke depan.
“Fondasi ekonomi kita tidak berubah, akan jalan semakin cepat karena kita terus memperbaiki kendala-kendala perekonomian,” terang Menkeu.
Ke depan, pemerintah akan terus memperkuat sinergi antara kebijakan fiskal dan sektor rill, guna memastikan pertumbuhan ekonomi tidak hanya stabil, tetapi juga dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.




























