Jurnalindustry.com – Jakarta – Tren perjalanan masyarakat Indonesia menunjukkan fenomena yang menarik pada awal 2026. Saat wisata domestik mencatat rekor tertinggi dalam lima tahun terakhir, jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang berlibur ke luar negeri justru mengalami penurunan signifikan.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perjalanan wisatawan Nusantara (wisnus) sepanjang Januari hingga April 2026 mencapai 417,06 juta perjalanan. Angka tersebut naik 1,48 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini mengatakan, capaian tersebut menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir.
“Capaian kunjungan wisnus Januari-April 2026 ini merupakan capaian tertinggi sejak tahun 2021,” ujar Pudji dalam konferensi pers, Selasa (2/6/2026).
Peningkatan ini mengindikasikan minat masyarakat untuk menjelajahi destinasi wisata dalam negeri masih sangat kuat. Berbagai faktor, mulai dari semakin beragamnya pilihan destinasi, kemudahan akses transportasi, hingga promosi wisata daerah, dinilai turut mendorong kenaikan perjalanan domestik.
Di sisi lain, tren berbeda terjadi pada perjalanan wisata warga Indonesia ke luar negeri. Pada April 2026, jumlah perjalanan wisatawan nasional (wisnas) tercatat sebanyak 643.661 perjalanan.
BPS mencatat angka tersebut turun 18,85 persen dibandingkan Maret 2026. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, penurunannya bahkan mencapai 30,54 persen.
Penurunan tidak hanya terjadi secara bulanan. Secara kumulatif selama Januari hingga April 2026, jumlah perjalanan wisata warga Indonesia ke luar negeri tercatat 3,14 juta perjalanan, atau turun 3,49 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Kondisi ini menunjukkan adanya pergeseran pola perjalanan masyarakat Indonesia pada awal tahun. Ketika minat berwisata di dalam negeri terus meningkat, perjalanan ke luar negeri justru mengalami perlambatan.
Pengamat menilai tren tersebut dapat menjadi peluang bagi sektor pariwisata nasional untuk terus memperkuat daya tarik destinasi lokal, sekaligus meningkatkan kontribusi industri pariwisata terhadap perekonomian domestik.
Dengan capaian tertinggi dalam lima tahun terakhir, wisata domestik kini menjadi motor utama pergerakan sektor pariwisata Indonesia di tengah melambatnya perjalanan wisata masyarakat ke mancanegara.






























