Jurnalindustry.com – Jakarta – Rencana PT Agrinas mengimpor 105.000 unit kendaraan niaga jenis pick up 4×4 dan truk dari India untuk operasional Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih menuai sorotan tajam. Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN) mendesak Presiden Prabowo Subianto turun tangan dan membatalkan kebijakan tersebut.
Presiden KSPN, Ristandi menilai alasan impor dengan dalih efisiensi anggaran hingga Rp43 triliun dan ketidakmampuan industri otomotif nasional sebagai tidak faktual serta tidak mencerminkan semangat nasionalisme ekonomi.
Menurut KSPN, kemampuan produksi industri otomotif dalam negeri mencapai sekitar 1 juta unit kendaraan per tahun. Karena itu, klaim bahwa pabrikan nasional tidak mampu memenuhi kebutuhan 105.000 unit kendaraan dinilai tidak berdasar.
“Di tengah kondisi industri otomotif yang lesu dan terjadinya pengurangan jam kerja hingga PHK, seharusnya pemerintah memberi prioritas kepada produksi dalam negeri,” ujar Ristadi dalam keterangan persnya di Jakarta (24/2).
KSPN juga mempertanyakan keputusan penggunaan kendaraan jenis pick up 4×4 secara menyeluruh untuk operasional Kopdes Merah Putih. Selama ini, distribusi hasil pertanian di berbagai daerah mayoritas menggunakan kendaraan pick up 4×2 produksi dalam negeri dan dinilai tetap berjalan baik.
Serikat pekerja menilai kebutuhan kendaraan 4×4 seharusnya dipetakan secara spesifik pada wilayah dengan medan ekstrem, bukan digeneralisasi untuk seluruh desa di Indonesia.
Selain itu, KSPN mempertanyakan dasar perhitungan efisiensi anggaran yang diklaim mencapai Rp43 triliun. Pasalnya, disebutkan bahwa harga pick up 4×4 asal India berada di kisaran Rp290 juta hingga Rp400 juta per unit.
Sebagai perbandingan, kendaraan niaga ringan produksi dalam negeri seperti Suzuki Carry dan Daihatsu Gran Max dibanderol sekitar Rp170 juta hingga Rp190 juta per unit.
“Kalau dibandingkan dengan harga kendaraan produksi dalam negeri yang selama ini sudah digunakan petani, di mana letak efisiensinya?” kata Ristadi.
Atas dasar itu, KSPN meminta Presiden Prabowo menginstruksikan PT Agrinas membatalkan impor kendaraan niaga operasional Kopdes Merah Putih dan mengalihkan pesanan ke industri otomotif nasional.
Menurut KSPN, langkah tersebut bukan hanya menyelamatkan industri dalam negeri yang tengah lesu, tetapi juga mencegah gelombang PHK serta memperkuat kemandirian ekonomi desa.
“Kopdes Merah Putih seharusnya menjadi motor penggerak ekonomi rakyat dari hulu ke hilir. Jangan sampai justru manfaat ekonominya mengalir ke luar negeri,” tegas Ristadi.






























