Jurnalindustry.com – Jakarta – PT Suryacipta Swadaya (Suryacipta), anak usaha PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), optimistis terhadap pertumbuhan sektor manufaktur nasional di tengah meningkatnya arus investasi asing ke Indonesia.
Jawa Barat dinilai tetap menjadi magnet utama bagi investor global yang ingin berekspansi di Asia Tenggara.
General Manager Sales & Tenant Relation Suryacipta, Binawati Dewi, menyebut dominasi Jawa Barat sebagai tujuan Penanaman Modal Asing (PMA) didukung oleh ekosistem industri yang telah matang serta kesiapan kawasan industri dalam mendukung transfer teknologi.
“Data menunjukkan Jawa Barat konsisten memberikan kontribusi besar terhadap realisasi investasi nasional. Saat kunjungan bisnis kami ke Hong Kong awal Maret lalu, investor menunjukkan antusiasme tinggi terhadap Indonesia sebagai destinasi ekspansi di Asia Tenggara,” ujar Dewi.
Menurutnya, minat investor kini semakin bergeser ke sektor industri bernilai tambah tinggi yang membutuhkan kepastian infrastruktur dan ekosistem industri yang kuat.
Tren tersebut tercermin pada performa dua kawasan industri yang dikelola Suryacipta, yakni Suryacipta City of Industry di Karawang dan Subang Smartpolitan. Kawasan industri di Karawang bahkan telah memasuki fase matang dengan sisa lahan industri kurang dari 10 hektar.
“Ketersediaan lahan di Suryacipta City of Industry Karawang kini tersisa kurang dari 10 hektar. Ini menunjukkan tingginya serapan pasar dan kepercayaan investor untuk beroperasi di kawasan kami,” jelasnya.
Seiring terbatasnya lahan di Karawang, fokus pengembangan kini bergeser ke Subang Smartpolitan, kawasan mandiri terintegrasi yang mulai menarik minat banyak investor global, termasuk perusahaan manufaktur kendaraan listrik (EV).
Kawasan ini juga mendapat dorongan besar dari pembangunan infrastruktur nasional, terutama Tol Akses Patimban yang akan memiliki pintu keluar langsung menuju kawasan Subang Smartpolitan.
Selain itu, Pelabuhan Patimban ditargetkan beroperasi penuh pada akhir Desember 2026, yang akan memperkuat konektivitas logistik kawasan.
Dewi mengungkapkan minat investor terhadap Subang Smartpolitan meningkat signifikan, terutama dari perusahaan asal Korea Selatan, China, dan Indonesia. Investasi yang masuk mencakup relokasi perusahaan, ekspansi bisnis, hingga pembangunan fasilitas industri baru.
“Permintaan kini tidak hanya pada lahan industri, tetapi juga peluang komersial. Seiring pengembangan area residensial ‘Rumida’, Subang Smartpolitan sedang membangun ekosistem lengkap sesuai konsep Smart, Green, and Sustainable City,” katanya.
Dengan dukungan infrastruktur yang terus berkembang serta regulasi investasi yang semakin akomodatif, Suryacipta optimistis Indonesia akan semakin kuat sebagai tujuan investasi global, khususnya di sektor manufaktur.






























