Jurnalindustry.com – Bintan – Pemerintah terus mendorong pengembangan industri fesyen nasional, khususnya sektor industri kecil dan menengah (IKM), agar mampu mengisi dan memaksimalkan potensi pasar dalam negeri hingga menembus pasar global. Melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin), berbagai strategi berkelanjutan dijalankan untuk menjaga pertumbuhan dan daya saing industri fesyen Indonesia.
Salah satu langkah strategis tersebut ditandai dengan peresmian Sentra Industri Fashion Seri Kuala Lobam di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, yang diharapkan menjadi pusat pertumbuhan baru industri fesyen berbasis potensi daerah.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, pengembangan sentra industri IKM merupakan bagian penting dari upaya memperkuat ekosistem industri fesyen nasional.
“Kami terus mendorong penguatan sentra-sentra IKM sebagai pusat pertumbuhan industri di daerah yang berkelanjutan, sekaligus sebagai sarana peningkatan nilai tambah dan penciptaan lapangan kerja,” ujar Menperin.
Menurut Agus, sentra IKM memiliki peran strategis dalam meningkatkan kapasitas produksi, kualitas produk, serta daya saing pelaku usaha kecil dan menengah agar mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun internasional.
Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita menyampaikan bahwa Sentra Industri Fashion Seri Kuala Lobam akan menjadi rumah produksi bersama sekaligus pusat peningkatan kapasitas pelaku IKM fesyen.
“Sentra ini kami dorong sebagai wahana penguatan pelaku IKM, mulai dari akses fasilitas produksi, pelatihan teknis, hingga penguatan manajemen usaha,” ungkap Reni saat peresmian sentra, Rabu (21/1).
Reni menambahkan, industri fesyen memiliki kontribusi signifikan terhadap perputaran ekonomi nasional. Berdasarkan data Kemenperin, sektor IKM pakaian jadi saat ini mencakup sekitar 590 ribu unit usaha dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 1,2 juta orang. Oleh karena itu, pengembangan sentra IKM dinilai sebagai langkah konkret untuk memperkuat struktur industri nasional.
Dukungan pengembangan Sentra Industri Fashion Seri Kuala Lobam dilakukan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik tahun anggaran 2024–2025, serta DAK nonfisik pada tahun 2025 untuk memperkuat kapasitas kelembagaan pengelola sentra.
Sentra ini memiliki sejumlah keunggulan kompetitif, antara lain fasilitas produksi modern dengan mesin dan peralatan berstandar kualitas, lokasi strategis, serta berada di kawasan Free Trade Zone (FTZ) Kuala Lobam yang memberikan fasilitas bea ekspor dan impor nol persen. Selain itu, kedekatan geografis dengan negara tujuan ekspor utama seperti Malaysia, Singapura, dan Filipina mendukung efisiensi biaya logistik.
“Keunggulan ini diharapkan dapat menjadi katalis bagi pelaku IKM fesyen di Kabupaten Bintan untuk meningkatkan daya saing dan memperluas akses pasar ekspor,” jelas Reni.
Peresmian sentra tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Bintan Deby Maryanti, Ketua Dekranasda Kabupaten Bintan Fiven Sumanti, serta jajaran pimpinan daerah setempat. Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan Ditjen IKMA Budi Setiawan menyebutkan, meski baru diresmikan, sentra ini telah memperoleh penilaian kinerja baik dengan skor 4 dari 5 pada triwulan IV tahun 2025 karena telah beroperasi secara rutin.
“Ke depan, kami berharap sentra ini menjadi penghubung pelaku IKM ke dalam rantai pasok industri besar di kawasan industri, serta mendorong kemitraan yang saling menguntungkan dan berkelanjutan,” tutup Budi.































